Lecehkan Presiden, Pemilik Akun @ypaonganan Ditahan Polisi

Lecehkan Presiden, Pemilik Akun @ypaonganan Ditahan Polisi

HarianDepok.com – Berita – Nasional , Setelah ditangkap pada Kamis (17/12/2015) kemarin, penyidik dari Subdirektorat Cyber Crime Bareskrim Polri telah resmi menahan Yulianus Paonganan. Yulianus merupakan pemilik akun Twitter @ypaonganan yang mengunggah foto Presiden Joko Widodo duduk bersebelahan dengan artis Nikita Mirzani dengan hashtag #papadoyan***a.

Kabar tersebut dibenarkan oleh Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Kombes Agung Setya, Jumat (18/12/2015) pagi, “Betul, setelah pemeriksaan maraton, yang bersangkutan langsung kami tahan,” ujarnya. Alasan penahanan, bukan hanya karena ancaman hukumannya di atas lima tahun, penyidik khawatir jika Paonganan akan menghilangkan barang bukti.

Menurut Agung, walau penyidik sudah menyita laptop, ponsel, dan identitasnya sebagai barang bukti, masih ada barang bukti lain yang hingga kini belum ditemukan. “Ada kekhawatiran kami bahwa dia itu akan menghilangkan barang bukti yang pada saat kami melakukan penangkapan sekaligus penggeledahan kemarin belum berhasil kami temukan,” kata Agung.

Namun Agung tidak mau membeberkan barang bukti apa yang dicari penyidik. Paonganan ditangkap penyidik Cyber Crime Mabes Polri pada hari Kamis pukul 05.45 WIB kemarin, di rumahnya di Jalan Rambutan, Kavling A/D, Pejaten, Jakarta Selatan. Sebelumny dia telah mengunggah foto Presiden Joko Widodo bersama Nikita Mirzani di sosial media Facebook.

Menurut catatan dari penyidik, dalam kurun waktu 12 Desember sampai 14 Desember 2015, Paonganan mengunggah kalimat bertanda pagar #papadoyanl***a tersebut sebanyak lebih dari 200 kali. Paonganan dijerat Pasal 4 ayat (1) huruf a dan e Undang-Undang Nomor 44 tentang 2008 tentang Pornografi.

Dia juga dikenakan Pasal 27 ayat (1) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik. Atas perbuatannya, Yulianus yang berprofesi sebagai Pemimpin Redaksi Majalah Maritim dan dosen tersebut terancam hukuman penjara minimal enam tahun atau maksimal 12 tahun dan denda minimal Rp 250 juta hiang Rp 6 miliar.

[ TaufikHidayat/HD ]

Tags:
author

Author: 

Writer and Author In HarianDepok