Begini Jadinya Jika Bangunan Campurkan Arsitektur Timur Dan Barat

begini-jadinya-jika-bangunan-campurkan-arsitektur-timur-dan-barat

HarianDepok.com – Berita Unik – Sebuah kebudayaan selalu memiliki ciri khas tertentu dalam bangunannya entah itu dalam bentuk rumah atau gedung dengan ornamen lokal yang banyak. Namun tren saat ini di China menunjukkan munculnya percampuran antara arsitektur lokal dan gaya barat dalam gedung-gedungnya.

Dilansir dari Shanghaiist, seorang arsitek China membuat desain yang sungguh inovatif dan mencampurkan dua gaya arsitektur yang berbeda. Bangunan yang terletak di Zhengzhou ini merupakan sebuah universitas yang memiliki dua sisi yang berbeda secara gaya bangunan.

SIAS University NetEase

SIAS International University ini merupakan salah satu sekolah yang dimiliki oleh Amerika dan berada di tengah daratan China. Dalam pembelajarannya sekolah ini juga menggabungkan filosofi belajar dari China dan barat untuk menciptakan individu yang terpelajar. Siswa dari sekolah ini diharap dapat memiliki kontribusi yang besar dalam proses modernisasi dan pengembangan ekonomi di China.

SIAS University NetEase

Langkah awal dalam menunjukkan percampuran dua budaya besar ini adalah melalui desain gedung yang tidak biasa. Pada satu bagian gedung ini menampilkan arsitektur China yang megah dan terinspirasi dengan gerbang Tiananmen lengkap dengan penulisan dalam bahasa Tionghoa. Sedangkan di sisi yang lain bangunan ini memiliki gaya barat dengan pilar-pilar khas bangunan barat serta terinspirasi dari White Hous dan nama universitas yang tercetak dalam bahasa latin.

SIAS University NetEase

Salah satu netizen dari Beijing mengomentari bangunan ini dengan mengatakan “China adalah negara penuh inovasi”. Namun percampuran gaya bangunan ini juga dianggap sedikit mengkhawatirkan karena akan membuatnya terlihat aneh dalam mencampur budaya yang berbeda.

Tampaknya pembauran dan percampuran jenis bangunan seperti ini akan menjadi trend karena sudah terdapat beberapa tempat lain di China yang melakukan hal serupa. Lalu apakah gaya ini akan menyebar juga di indonesia? Sebaiknya kita tunggu saja.

[Irma wulandari/HD]

Tags:
author

Author: 

Publisher & Content Writer