Jika Jadi Presiden Donald Trump Akan Larang Muslim Masuk AS

Jika Jadi Presiden Donald Trump Akan Larang Muslim Masuk AS

HarianDepok.com – Berita – Internasional , Salah satu kandidat calon presiden dari Partai Republik Donald Trump membuat sebuah pernyataan kontroversial. Kali ini ia meminta aparat AS untuk melakukan penutupan secara total dan komplet untuk Muslim masuk ke AS, usai peristiwa penembakan massal di San Bernardino, California. Pernyataan ini dianggap paling ekstrem usai sebelumnya ia konsisten dengan serangannya terhadap imigran dalam tiap kampanye.

Dalam pernyataannya, Trump mengatakan begitu banyak Muslim seluruh dunia membenci Amerika Serikat sehingga penting bagi negeri itu untuk melarang mereka masuk. Ia menuturkan, keterangan tersebut disampaikan beberapa jam sebelum berkampanye di atas kapal induk USS Yorktown, kapal peninggalan Perang Dunia II yang berlabuh dekat Charleston South Carolina.

Lokasi tersebut dipilih secara hati-hati untuk memperingati 74 tahun penyerangan Jepang ke Pearl Harbor yang membawa AS dalam situasi perang. Menurut manajer kampanye Corey Lewandowski, proposal Trump itu berlaku untuk semua Muslim, termasuk mereka yang mencari visa imigrasi dan turis yang ingin berkunjung ke AS. Staf yang lain mengatakan rencana itu berlaku bagi Muslim Amerika yang sekarang berada di luar negeri termasuk keluarga, anggota militer dan diplomat.

Dikritik dan Dikecam

Pernyataan mantan pembawa acara itu langsung dikecam oleh calon kandidat Demokrat Martin O’Malley. Ia mengatakan lawannya itu berkampanye untuk Presiden AS sebagai sosok fasis. Sebelumnya, Trump dikritik habis-habiskan karena telah mengeluarkan pernyataan kontroversial dengan memberi tanda pengenal khusus Muslim. Ia juga dikecam karena meminta untuk menutup seluruh masjid di AS.

Ia juga berencana mendeportasi 11 juta orang Hispanik yang tak punya dokumen lengkap ketika kelak ia jadi presiden. Rekan calon kandidat dari Partai Republik pun geram dengan kelakuan Donald Trump.Sebelumnya, Presiden AS Barack Obama telah mengatakan bahwa AS tidak berperang melawan Muslim. Pernyataan tersebut disampaikan Obama di Ruang Oval (Oval Office), tempat kerja resmi Presiden AS di Gedung Putih.

Obama mengatakan, penembakan tersebut adalah perbuatan teror yang bertujuan membunuh orang-orang yang tak bersalah. Namun ia menegaskan, “Kebebasan lebih kuat dari rasa takut. Jangan lupa, AS telah melalui perang, depresi, bencana dahsyat, juga serangan teror mematikan sebagai sebuah bangsa. ” Sang presiden bersumpah negaranya akan bertindak, mengatasi ancaman terorisme yang terus berkembang, terutama yang menyangkut ISIS.

[ TaufikHidayat/HD ]

Tags:
author

Author: 

Writer and Author In HarianDepok