Gelar Sidang MKD, Setya Novanto Tuding Bahwa Kesaksian Sudirman dan Maroef Itu Palsu

Gelar Sidang MKD, Setya Novanto Tuding Bahwa Kesaksian Sudirman dan Maroef Itu Palsu

HarianDepok.com – Berita – Nasional , Dalam sidang MahkamahKehormatan Dewan DPR, Ketua DPR Setya Novanto tetap berkeras bahwa dirinya tidak bersalah. Ia justru malah menuding kesaksian yang diberikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said merupakan kesaksian palsu. “Kesaksian yang diberikan oleh saudara pengadu Sudirman Said di muka persidang MKD merupakan kesaksian yang tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya,” tuturnya dalam nota pembelaan yang dibacakannya dalam sidang Mahkamah Kehormatan Dewan Perwakilan Rakyat yang digelar pada Senin (07/12/2015).

Menurut Setya, keterangan yang diberikan oleh Sudirman kepada MKD pada 2 Desember lalu hanya berupa cerita dari pihak ketiga, yaitu Maroef. Keterangan tersebut bukan berdasarkan penglihatan ataupun pendengaran langsung sehingga tidak mempunyai nilai kebenaran. Bukan hanya itu, Setya juga mengatakan jika dirinya tidak pernah meminta saham PT Freeport Indonesia dengan mencatut nama Presiden Joko Widodo serta Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Setya juga mengungkapkan bahwa kesaksian Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin juga palsu. Dalam sidang 3 Desember kemarin, Maroef hanya memberikan keterangan yang berupa tuduhan-tuduhan. “Saya tidak akan mengomentari rekaman ilegal yang direkam oleh saudara Maroef. Saya menolak seluruh keterangan saudara Maroef yang telah menuduh saya dengan tanpa bukti yang sah,” ujar Setya.

Setya juga meminta supaya MKD tidak menerima keterangan Sudirman maupun Maroef.  “Berdasarkan uraian tersebut, saya mohon kepada Yang Mulia untuk bisa mengesampingkan kesaksian yang diberikan oleh saudara pengadu Sudirman Said dan Maroef Sjamsoeddin,” ujar Setya. Mahkamah Kehormatan Dewan Perwakilan Rakyat pada Senin (07/12/2015) melakukan sidang lanjutan atas kasus dugaan pelanggaran etik oleh Ketua DPR Setya Novanto.

Pelanggaran tersebut soal tindakannya yang meminta saham PT Freeport Indonesia dengan mencatut nama Presiden Joko Widodo serta Wakil Presiden Jusuf Kalla. Dalam sidang yang berjalan hampir tiga jam itu, Setya menolak menjawab pertanyaan MKD terkait dengan isi rekaman dan hanya memberikan nota pembelaan.  Sebelumnya, MKD sudah memeriksa Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said

sebagai pelapor serta Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin sebagai saksi. Persidangan keduanya yang digelar pekan lalu itu dilakukan secara terbuka. Dalam sidang kedua pada Kamis lalu, Maroef mengakui adanya permintaan dari Setya dalam pertemuan itu. “Ada upaya untuk meminta sesuatu, yaitu masalah saham, 11 persen untuk Bapak Presiden, 9 persen untuk Wakil Presiden, dan juga bisnis PLTA,” tutur Maroef kala itu.

[ TaufikHidayat/HD ]

Tags:
author

Author: 

Writer and Author In HarianDepok