Polresta Depok Berhasil Amankan PSK di Bawah Umur di Salah Satu Apartemen di Margonda

Polresta Depok Berhasil Amankan PSK di Bawah Umur di Salah Satu Apartemen di Margonda

HarianDepok.com – Berita , Maraknya bisnis prostitusi di wilayah kota Depok saat ini yang melibatkan anak anak di bawah umur disikapi oleh pihak kepolisian kota Depok dengan melakukan kegiatan penyergapan ke berbagai titik lokasi yang dianggap rawan terjadinya bisnis prostitusi. Jalan Margonda Raya, Depok menjadi salah satu lokasi target pihak kepolisian dalam memberantas bisnis prostitusi yang sangat meresahkan masyarakat.

Di dalam kegiatan tersebut, Tim Buru Sergap (Buser) Polresta Depok berhasil membongkar bisnis prostitusi yang berjalan di salah satu apartemen di kawasan Jalan Margonda, Depok. Dari hasil penyergapan tersebut, pihak kepolisian kota Depok diketahui telah berhasil mengamankan empat orang remaja wanita berusia muda yang diduga sedang menjajakan jasanya ke pria hidung belang.

Selain daripada itu, pihak kepolisian kota Depok pun berhasil menangkap seorang wanita berinisial N (45th) yang diduga berprofesi sebagai mucikari yang langsung digiring oleh petugas ke Mapolresta Depok guna mendapatkan penyelidikan lebih mendalam. Bisnis esek esek yang digeluti oleh N ini tercium oleh petugas setelah pihaknya mendapatkan laporan dari masyarakat akan adanya bisnis prostitusi di kawasan Margonda.

Kepala Unit Tim Buru Sergap Polresta Depok, Ajun Komisaris Polisi Eko Supriyadi dalam keterangannya mengenai perihal tersebut mengatakan, pihaknya telah berhasil mengamankan empat orang remaja gadis yang masing masing diketahui berinisial M (15th), W (16th), R (16th) dan F (15th). Mereka diamankan oleh petugas lantaran diduga berprofesi sebagai pekerja esek esek yang dibawahi oleh N.

Eko mengatakan, pada saat keempat orang remaja tersebut dibawa ke kantor polisi, kepada petugas mereka mengaku telah melakukan pekerjaan tersebut sudah beberapa bulan dengan tarif untuk sekali kencan berkisar antara 500 ribu sampai dengan 700 ribu rupiah. Selain daripada itu, mereka juga mengaku terpaksa melakukan pekerjaan tersebut lantaran adanya tekanan ekonomi yang mereka hadapi.

“Kasus ini masih terus kami selidiki dan kami kembangkan karena hal ini sudah menyangkut kepada anak anak dibawah umur. Kasus ini tentu akan terus kami proses dan kami telusuri  jaringannya agar tidak terus berkembang dan melebar ke seluruh wilayah kota Depok. Ini sudah menjadi tanggung jawab kami dalam menegakkan hukum di seluruh wilayah kota Depok,”  ungkap Kapolresta Depok, Komisaris Besar Dwiyono, Senin (30/11/2015).

Dari keterangannya, Dwiyono mengatakan, keempat remaja dibawah umur tersebut mengaku telah lama putus sekolah dan beralih menjadi pekerja seks komersial di wilayah Depok. Hal ini masih terus menjadi perhatian pihaknya dalam mendukung program Pemerintah kota Depok dalam mewujudkan Depok sebagai Kota Layak Anak.(Izl)

[ MuhammadKhotib/HD ]

Tags: