Di Depok 55 titik Lokasi Rawan Banjir, Inilah Penyebabnya

Di Depok 55 titik Lokasi Rawan Banjir, Inilah Penyebabnya

HarianDepok.com – Berita , Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (Bimasda) kota Depok mencatat terdapat 55 lokasi yang ada di wilayah kota Depok rawan akan terjadinya banjir. Apalagi disaat musim penghujan saat ini yang diperkirakan akan berdampak kepada penurunan kualitas turap yang ada sehingga dapat berakibat kepada banjir.

Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (Bimasda) kota Depok, Manto dalam menanggapi perihal tersebut mengatakan, pihaknya dalam mengantisipasi akan terjadinya banjir di sejumlah lokasi tersebut telah menyiapkan sedikitnya satu tim khusus yang telah dipersiapkan dan ditempatkannya di seluruh Kecamatan yang ada di wilayah kota Depok guna mengantisipasi akan terjadinya musibah banjir di saat musim penghujan tiba.

Guna memaksimalkan kinerjanya dalam menangani permasalahan tersebut, Manto mengaku pihaknya telah melakukan peningkatan kualitas saluran air dan membangun sejumlah turap di aliran sungai serta melakukan normalisasi di sejumlah situ guna mengurangi debit air yang melebihi dari yang diharapakan sehingga musibah banjir dapat teratasi dan tidak menimbulkan bencana banjir.

“Menurut data yang telah kami peroleh, sedikitnya ada 55 titik lokasi rawan banjir yang tersebar di 11 Kecamatan Depok. Guna menekan dan mengantisipasi akan datangnya musibah banjir pada saat musim penghujan tiba pihak kami langsung melakukan perbaikan turap, normalisasi situ agar dapat menampung jumlah air yang masuk ke Depok,” tuturnya, Jum’at (27/11/2015).

Ia pun menambahkan, banyaknya titik lokasi yang rawan banjir saat ini rata rata terjadi di daerah perumahan. Hal ini disebabkan oleh masih banyaknya para pengembang yang tidak mematuhi peraturan yang ada dalam menjaga kondisi lingkungan sekitar. Maka daripada itu pada saat terjadinya curah hujan yang tinggi dan mendapatkan air kiriman, lingkungannya kerap mendapatkan musibah banjir.

“Sejumlah titik lokasi yang kami anggap rawan terjadi banjir rata rata berada di lokasi perumahan. Ini dikarenakan oleh adanya sistem drainase yang kurang baik dan adanya pelanggaran Garis Sempadan Sungai (GSS) yang banyak dilanggar sehingga lokasi tersebut kerap mendapatkan musibah banjir di setiap tahunnya,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Walikota Depok, Idris Abdul Shomad mengatakan, setiap para pengembang perumahan saat ini wajib mematuhi segala ketentuan dan peraturan yang ada terkait pencegahan banjir. Beberapa lokasi yang menjadi perhatiannya yaitu berada di Jalan Pramuka, Simpang Kodim, Kecamatan Pancoran Mas dan Kelurahan Mampang.

“Setiap perumahan diwajibkan mematuhi aturan terkait penanganan dan pencegahan banjir. Penyempitan telah terjadi di perempatan Mampang, ini udah melanggar GSS di hilir, ini kan letaknya berada sangat dekat sekali dengan sungai. Sampai saat ini beberapa akan direlokasi ke tempat yang lebih aman guna menghindari hal hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.

Selain daripada itu, Idris juga menghimbau kepada.seluruh masyarakat kota Depok untuk terus menjaga lingkungan tempat tinggal khususnya daerah saluran air agar selalu bersih dari berbagai macam sampah rumah tangga yang dapat mengakibatkan tersumbatnya saluran air sehingga berdampak kepada timbulnya banjir pada saat curah hujan yang tinggi seperti di musim penghujan saat ini.(Izl)

[ AndriIdaman/HD ]

Tags:
author

Author: 

"Sesempurna apa pun kopi yang kamu buat, kopi tetap kopi, punya sisi pahit yang tak mungkin kamu sembunyikan.” (Internet Marketers & Publisher)