Kehilangan 25 Prajurit, Israel Kehilangan Nyali

Kehilangan 25 Prajurit, Israel Kehilangan Nyali.

HarianDepok.com – Berita – Internasional , Selama beberapa hari ini, ada semacam konsensus di Israel untuk memakai serangan udara dalam menghadapi pejuang Palestina di Gaza. Melihat banyaknya kematian warga Palestina dalam 2 pekan terkahir pasca serangan, tidak menyurutkan para pejuang Palestina untuk melakukan perlawanan terhadap Israel.

Pilihan lainnya adalah serangan darat. Baru empat hari berjalan, pemerintah Israel terlihat ragu-ragu, ketika mereka harus kehilangan banyak tentaranya di lapangan. Hal ini sudah dianggap berantakan. Dan bukan berhentinya perlawanan yang didapat, malah justru serangan counter yang dirasakan. Serangan tersebut menewaskan banyak prajurit Israel.

Sementara itu, banyaknya kematian di Gaza tidak menyurutkan para pejuang Palestina untuk tidak melakukan perlawanan. Dan sepertinya perlawanan yang terjadi beberapa pekan ini semata-mata bertujuan untuk menghentikan praktek blokade Israel atas tanah Palestina di Jalur Gaza.

Kematian 25 tentara Israel diyakini telah mendorong warga negaranya dalam mendesak Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu untuk menghentikan operasi. Namun, ada kemungkinan garis keras Israel mendesak langkah-langkah radikal lainnya, seperti akuisisi Jalur Gaza, meskipun risiko atas tekanan internasional akan semakin menajam.

Surutnya nyali Israel tersebut juga memiliki preseden, yakni pada tahun 2006 ketika pendahulu Netanyahu, Ehud Olmert, didesak para warga sendiri untuk mundur dalam perang Lebanon. Penarikan mundur ini karena dianggap sudah terlalu banyak tentara dan prajurit dari pihak Israel yang tewas.

“Pasir Gaza lembut… (tetapi) bisa berubah menjadi pasir isap.” Tulis sebuah surat kabar di Palestina, Haaretz, pada Senin (21/7) lalu

[adm/HD]

Tags:
author

Author: 

"Sesempurna apa pun kopi yang kamu buat, kopi tetap kopi, punya sisi pahit yang tak mungkin kamu sembunyikan.” (Internet Marketers & Publisher)