Pegawai Honorer K2 Tagih Janji DPR RI Soal Pengangkatan Jadi PNS Tanpa Test

 

Pegawai Honorer K2 Tagih Janji DPR RI Soal Pengangkatan Jadi PNS Tanpa Test

HarianDepok.com – Bisnis , Nova Andika, Chairman Indonesia Bureaucracy and Service Watch menagih janji Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk membantu menyelesaikan persoalan pegawai honorer kategori 2 (K2). Nova menilai anggota DPR tidak konsisten dengan janji yang sudah dibuatnya sendiri terhadap ratusan ribu tenaga honorer K2. Ia menyayangkan, setelah dalam APBN 2016 tidak ada dana yang memungkinkan pengangkatan tenaga honorer K2, justru Komisi II yang gencar mempersalahkan Kementerian PAN-RB.

Nova meminta, seharusnya anggota Komisi II DPR terbuka dan menjelaskan persoalan tersebut kepada tenaga honorer K2 yang nasibnya terkatung-katung itu.  Diketahui beberapa waktu lalu, dengan dukungan Komisi II DPR, Menteri PAN-RB berjanji akan mengangkat semua tenaga honorer K2 yang jumlahnya ditaksir mencapai 440.000 orang, menjadi pegawai negeri sipil. Kala itu anggarannya pun sudah disetujui oleh Komisi II, dengan komitmen untuk memperjuangkan dan mengawalnya ke Banggar.

Belakangan dikabarkan,  akibat anggaran pengangkatan honorer K2 yang dialokasikan senilai Rp 16 miliar tidak disetujui, rencana pengangkatan itu pun menjadi terhambat. “Anggaran pengangkatan honorer K2 tidak ada. Karena beban negara sangat besar, apalagi harus membayar gaji PNS yang 4,5 juta orang,” ujar Yuddy Chrisnandi, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan ?Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB).

Yuddy mengatakan, sebenarnya pemerintah sudah meminta anggaran tambahan sebesar Rp 28 miliar. Dari jumlah itu, sebanyak Rp 16 miliar akan digunakan untuk penyelesaian honorer K2. Namun sayang, anggaran itu ternyata tidak ada.  Kekecewaan tersebut tak hanya dikemukakan oleh Nova. Yang lebih kecewa tentu saja Riyanto Agung Subekti alias Itong selaku Ketua Tim Investigasi Forum Honorer K2 Indonesia (FHK2I).

Riyanto mengatakan, FHK21 akan mempertanyakan masalah tersebut pada Banggar Komisi II DPR RI jika anggaran tersebut tidak masuk APBN 2016. Pasalnya?b, Komisi II sudah berjanji akan mengusahakan anggarannya ke Banggar. Pria yang akrab disapa Itong tersebut mengatakan, honorer K2 merasa terluka dengan tingkah wakil rakyat yang sudah berdusta. Sebagai perbandingan, anggaran K2 yang hanya Rp 16 miliar dianulir. Di sisi lain, dana pembangunan Plaza DPR RI sebanyak Rp 700 miliar lebih digolkan.

[ MuhammadKhotib/HD ]

Tags: