Ini Penjelasan Tentang Lucy Si Australopithecus

Ini Penjelasan Tentang Lucy Si Australopithecus

HarianDepok.com – Berita – Internasional , Tim arkelog yang bekerja di Ethiopia tepatnya pada 41 tahun yang lalu berhasil menemukan beberapa bagian kerangka kuno. Kemudian penemuan berusia 3,2 juta tahun itu diberinama Lucy. Pada Selasa kemarin (24/11/2015), Google turut merayakan hari di mana penemuan tertua di Bumi terungkap dengan menjadikannya sebagai Doodle.Terdiri dari 47 tulang, yaitu sekitar 40% bagian tubuh yang bisa membantu aliran informasi soal transisi homo sapiens yang sampai saat ini masih menyisakan banyak misteri.

Temuan yang dinamai berdasarkan lagu The Beatles Lucy in the Sky with Diamonds ini menunjukkan rangka tubuh di mana ia kerap kali berjalan tegak dengan dua kaki. Spesies Lucy, diketahui sebagai afarensis Australopithecus ini diklaim sebagai jenis yang paling dekat dengan Homo Habilis. Doodle yang digunakan oleh mesin pencarian raksasa pun memperlihatkan afarensis Australopithecus berjalan di antara kera dan manusia modern.

Tulang Lucy saat ini tersimpan di salah satu museum Ethiopia, walaupun pernah menjalani tur selama enam tahun , yaitu pada tahun 2008 sampai 2013 di Amerika Serikat. Awal tahun ini, presiden Amerika Serikat, Barack Obama, datang untuk melihat fosil ini saat melakukan perjalanan di Afrika.

Selain melihat, Obama pun diperbolehkan untuk menyentuh Lucy si Australopithecus, satu hal yang harusnya hanya boleh dilakukan oleh ilmuwan. Kasus ini pun kemudian menuai banyak pertanyaan mengapa boleh di sentuh oleh Obama. tetapi menurut yang dilaporkan oleh Teleprgah, Dr. Zeresenay Alameseged seorang ilmuwan asal Ethiopia mengatakan, “orang luar biasa tentu punya akses yang luar biasa pula”. ujarnya.

[ TaufikHidayat/HD ]

Tags:
author

Author: 

Writer and Author In HarianDepok