Polemik Penerapan Perda Warnet Di Wilayah Kota Depok

Polemik Penerapan Perda Warnet Di Wilayah Kota Depok

HarianDepok.com – Berita , Adanya fasilitas layanan umum komersil seperti Warung Internet (Warnet) yang sampai saat ini keberadaaannya amatlah menjamur di seluruh kota di Tanah Air termasuk di wilayah kota Depok dinilai sarat mendatangkan banyak masalah. Hal tersebut langsung disikapi oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Depok yang pada beberapa waktu lalu telah mengeluarkan aturan khusus bagi usaha Warnet yang berdiri di Depok.

Dari hasil regulasi yang ditetapkannya, terlihat sangatlah banyak persyaratan yang harus dipenuhi oleh para pengusaha warnet sebagaimana hal tersebut diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) kota Depok Nomor 3/2015 yang dimana persayaratannya para pengusaha warnet harus membatasi jam operasionalnya maksimal 15 jam per hari dengan waktu yang ditetapkan mulai dari 08.00 sampai dengan 23.00 malm hari.

Aturan tersebut sangatlah jelas diatur dalam Perda yang berisikan mengenai penyelenggaraan komunimasi dan informatika. Permasalahan ini membuat banyak pengusaha Warnet yang gelisah dan mengaku merugi akibat dikeluarkannya Perda tersebut. Selain itu, para pengusaha Warnet pun juga ikut dipusingkan dengan sejumlah persyaratan mengenai sejumlah fasilitas yang diwajibkan ada di usaha Warnet seperti lahan parkir, tempat beribadah dan yang lainnya.

Tak hanya sampai disitu saja, persyaratan demi persyaratan pun harus dipenuhinya seperti pengusaha Warnet wajib melakukan pemblokiran situs dan konten dewasa yang tidak sesuai dengan aturan dan perundang undangan yang ada dengan maksud untuk mencegah timbulnya efek negatif yang dapat menurunkan nilai moral, agama dan sosial para penggunanya.

“Perda baru yang telah ditetapkan ini bukan hanya menyangkut di masalah uang saja, namun sifatnya berkaitan erat dengan moral dan efek sosial yang timbul di belakangan ini,” ujar Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kota Depok, M Fitriawan.

Meski demikian, keberadaan Warnet di wilayah kota Depok pun harus ditunjang dengan beberapa sarana penunjang seperti adanya ventilasi udara yang memadai guna mendapatkan udara yang baik di seluruh ruangan Warnet, bilik Warnet yang harus dibuat agar tidak terlalu tertutup guna mencegah terjadinya kejadian asusila yang biasa menyerang muda mudi. Selain daripada itu disetiap Warnet harus memiliki tanda larangan merokok yang bertujuan untuk menjaga kesehayan lingkungan di sekitaran Warnet.

“Pengusaha Warnet wajib memiliki beberapa fasilitas pendukung usahanya yaitu, kamar kecil, tempat ibadah, lahan parkir yang cukup, tempat yang aman dan nyaman, memiliki ventilasi udara yang baik, ketersediaan air bersih dalam jumlah yang memadai dan terjaga kebersihan lingkungan Warnet,” jelasnya.

Selain daripada itu, para penyelenggara usaha warnet yang telah mengantongi izin usaha warnet diwajibkan untuk memasang larangan akses pornografi, pperjudian narkoba serta larangan akan adanya tindakan asusila di dalam Warnet. Sejumlah larangan tersebut harus ditempatkan dimana seluruh para pengguna Warnet dapat membaca dan memahaminya dengan jelas.

Setiap penyelenggara Warnet pun juga diwajibkan untuk bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul atas pelaksanaan izin yang telah dikeluarkan oleh pemerintah dan diharuskan untuk membantu pelaksanaan pengawasan yang dilakukan oleh petugas dari Dinas atau dari instansi terkait. Di Perda tersebut juga para penyelenggara Warnet ditekankan untuk tidak melakukan atau menyediakan, menyebarkan konten pornografi dan hal hal yang berbau SARA.

Dilain pihak, FR (35th) salah satu pengusaha warnet yang sudah bertahun tahun membuka usahanya di kota Depok mengaku kesulitan akan adanya Perda yang dikeluarkan oleh Pemkot Depok dimana didalamnya banyak sekali hal hal yang dapat merugikan pihaknya yang diantaranya adalah adanya pembatasan jam operasional yang berpengaruh kepada pendapatannya sehari hari.

“Perda yang ada saat ini sungguh menyulitkan saya dalam membuka usaha Warnet. Untuk pemasukannya saja tidak seberapa nah sekarang ini malah ditambah lagi akan adanya pembatasan jam operasional, beban kami kan semakin bertambah. Bagaimana untuk biaya pemeliharaan alat, pembayaran tagihan bulanan ke provider, belum lagi untuk gaji karyawan. Tadi baru saya dapat informasi lagi katanya untuk dibuatkannya sarana pendukung seperti tempat ibadah dan lahan parkir, untuk itu kan biayanya gak sedikit,” keluhnya.

Dirinya mengharapkan agar Pemkot Depok dapat lebih bijak dalam menerapkan aturan mengenai Warnet saat ini, pasalnya hal hal tersebut untuk dasarnya memang baik namun sangatlah memberatkan para pengusaha warnet dimana kebanyakan Warnet saat ini mempunyai modal yang tinggi di pengadaan alatnya. Jika tidak ditanggulangi dan diperhatikan secara serius maka di tahun depan dapat dipastikan Warnet di kota Depok akan habis dan jikapun ada, maka untuk harga sewanya dapat meningkat sampai dengan berkali kali lipat dari harga sewa biasanya.(Izl)

[ AndriIdaman/HD ]

Tags:
author

Author: 

"Sesempurna apa pun kopi yang kamu buat, kopi tetap kopi, punya sisi pahit yang tak mungkin kamu sembunyikan.” (Internet Marketers & Publisher)