Perceraian di Depok Tahun 2015 Ini Mencapai 2.913 Kasus

Perceraian di Depok Tahun 2015 Ini Mencapai 2.913 Kasus

HarianDepok.com – Berita , Kasus perceraian di wilayah kota Depok terbilang sangatlah tinggi. Sampai saat ini kasus perceraian yang masuk dan diterima oleh pihak pengadilan agama kota Depok sejak Januari sampai dengan November 2015 ini sudah mencapai 2.913 kasus. Dari jumlah kasus perceraian tersebut, rata rata ada sebanyak 300 berkas permohonan cerai yang diajukan ke kantor pengadilan agama kota Depok.

Kebanyakan kasus perceraian yang diajukan ke Pengadilan Agama kota Depok lebih disebabkan oleh akan adanya pihak ketiga di dalam rumah tangga, adanya kekerasan terhadap salah satu pasangan suami isteri dan mengenai permasalahan di perekonomian rumah tangga. Meski sudah diberikan penyuluhan dan himbauan oleh petugas untuk kembali rujuk, namun permintaan cerai masih banyak yang tidak mau dibatalkan.

“Permohonan cerai sampai dengan bulan ini persentasenya terus mengalami peningkatan yang dimana di setiap bulannya, rata rata ada sebanyak 300 berkas ppermohona cerai yang sudah didaftarkan,” ujar Sekretaris dan Panitera Pengadilan Agama  (PA) kota Depok, Entoh Abdul Fatah, Sabtu (21/11/2015).

Dari penjelasannya, sekitar 70 sampai dengan 100 sidang perceraian di wilayah kota Depok dilaksanakan setiap hari di kantor Pengadilan Agama Kota Depok. Hal tersebut terjadi sejak awal tahun sampai dengan November 2015 ini. Sebanyak 2.913 kasus perceraian telah tercatat. Menurut perkiraan Entoh, sampai dengan akhir tahun ini, jumlah kasus perceraian akan terus semakin meningkat dan diperkirakan akan melonjak naik hingga 3.000 kasus.

“Dari hasil data yang kami peroleh mulai dari Januari sampai dengan November 2015 ini tercatat sudah ada 2.913 kasus perceraian. Jumlah ini kami perkirakan akan terus kembali naik hingga akhir tahun nanti sampai dengan 3.000 kasus perceraian,” jelasnya.

Dari kebanyakan kasus perceraian yang ada, rata rata pasangan suami istri yang mengajukan perceraian berusia 30 sampai dengan 60 tahun dimana pengajuan perceraian sangat beragam, mulai dari masalah ekonomi, kekerasan di dalam rumah tangga, adanya pihak ketiga sampai dengan timbulnya ketidaksepahaman antara suami dengan istri.

Ia pun menjelaskan, untuk mengajukan perceraian di pengadilan agama Kota Depok prosesnya cukup panjang dan tidak mudah untuk langsung diberikan keputusan begitu saja. Untuk berkas yang sudah masuk pun nantinya akan dihubungi kembali oleh pihaknya untuk panggilan sidang cerai dengan rentan waktu dua sampai tiga minggu setelah berkas pengajuan diterima. Kondisi inipun juga disesuaikan kembali dengan banyaknya jumlah pemohon. Jika lebih banyak, maka waktu panggilan bisa lebih lama lagi.

Demi menekan tingginya kasus perceraian yang terjadi di kota Depok, Entoh pun menghimbau kepada seluruh masyarakat kota Depok khususnya bagi yang sudah menikah untuk dapat menjaga hubungannya dengan baik antara suami dan istri. Selain dapat menjadikan keluarga yang sakinah, hal tersebut juga akan berdampak baik bagi buah hati yang dihasilkan oleh keduanya.(Izl)

[ MuhammadKhotib/HD ]

Tags: