Tiga Pos Pantau Baru Depok Disiagakan 24 Jam Nonstop

Tiga Pos Pantau Baru Depok Disiagakan 24 Jam Nonstop

HarianDepok.com – Berita , Untuk mengantisipasi akan adanya aksi kejahatan dan aksi kriminal lainnya di wilayah kota Depok, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Depok terlihat telah memiliki tiga pos pengamanan lalu lintas yang baru. Uniknya, pos pengamanan tersebut bukan dibangun dari bahan bangunan semestinya namun terbuat dari kontainer bekas yang dimodifikasi sedemikian rupa menjadi pos pengamanan yang nantinya akan difungsikan sebagai pos penjagaan gangguan Kamtibmas yang diantaranya adalah tawuran pelajar dana arus lalu lintas.

Tiga pos pengamanan yang terbuat dari kontainer tersebut diketahui berada di tiga lokasi yang berbeda beda dan ditempatkan di sejumlah titik paling strategis yang diantaranya berada di pertigaan Lamanda (Medan 6), di perempatan Juanda (Medan 9) dan di perbatasan kota Depok dengan wilayah Ibukota DKI Jakarta yang tepatnya di kolong fly over Universitas Indonesia (Medan 13).

Kepala Polresta Depok, Komisaris Besar Polisi Dwiyono mengatakan, pendirian pos lantas yang terbuat dari kontainer dengan luas kisaran 3×7 meter persegi ini sudah disesuaikan dan diberikan fasilitas penunjang kebutuhan anggotanya seperti adanya AC (Air Conditioner) dan adanya tempat untuk digunakan anggotanya sebagai tempat pergantian tugas. Nantinya di setiap pos tersebut akan disiagakan penuh selama 24 jam nonstop dan dijaga oleh anggotanya.

“Ada beberapa alasan mengapa kami membuat pos pantau lalu lintas baru di tiga lokasi ini adalah untuk mengatasi arus lalu lintas yang biasanya kerap kali terjadi pada jam jam sibuk seperti pagi dan sore hari. Selain itu juga pos pantau ini kami fungsikan untuk mengatasi persoalan gangguan kamtimbas seperti aksi tawuran yang kerap terjadi,” ujarnya di Depok, Rabu (18/11/2015).

Dari hasil survey yang dilakukan oleh pihaknya selama ini bahwa di kolong jembatan Universitas Indonesia yang letaknya berbatasan langsung dengan wilayah DKI Jakarta ini amatlah rentan dijadikan tempat untuk aksi pencurian kendaraan dan aksi kejahatan yang lainnya. Maka daripada itu, guna mengantisipasi akan bertambahnya kasus kriminal di lokasi tersebut, didirikanlah sebuah pos pantau.

“Dengan adanya pos pantau yang kami letakkan di lokasi ini, kami harapkan bisa meminimalisir akan adanya aksi kejahatan dan aksi kriminal yang lainnya sehingga dapat mempersempit ruang gerak para pelaku kejahatan yang kerap kali memanfaatkan lokasi tersebut untuk melancarkan aksinya ke target buruannya,” ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas) Polresta Depok, Komisaris Polisi Sutomo mengatakan, nantinya di setiap pos pantau yang baru ini akan diisi oleh anggotanya sesuai dengan kebutuhan dan porsinya dalam menanggulangi kemacetan dan aksi kejahatan yang lainnya.

“Untuk pos Lamanda kita posisikan enam petugas, untuk pos yang berada di Juanda ada petugas gabungan yang terdiri dari Sabhara dengan jumlah personil sebanyak sembilan orang dan untuk pos pantau yang berlokasi di bawah kolong fly over Universitas Indonesia, akan ditempatkan sebanyak empat personil kepolisian. Ketiga pos pantau ini kedepannya akan kami siagakan penuh selama 24 jam nonstop,” tandasnya.(Izl)

[ AndriIdaman/HD ]

Tags:
author

Author: 

"Sesempurna apa pun kopi yang kamu buat, kopi tetap kopi, punya sisi pahit yang tak mungkin kamu sembunyikan.” (Internet Marketers & Publisher)