Ratusan Bangunan Liar di Jalan Raya Bogor Akan Segera Dieksekusi Satpol PP Depok

Ratusan Bangunan Liar di Jalan Raya Bogor Akan Segera Dieksekusi Satpol PP Depok

HarianDepok.com – Berita , Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dalam menata kotanya agar dapat terlihat lebih baik dan teratur sesuai dengan peraturan dan ketentuan yang ada saat ini terlihat terus melakukan kegiatan penertiban bangunan bangunan liar oleh pihak Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok di sejumlah lokasi rawan bangunan liar.

Tak tanggung tanggung, untuk memaksimalkan penertiban tersebut kerap kali para petugas Satpol PP Kota Depok dibantu oleh sejumlah alat berat guna mempermudah proses eksekusi bangunan liar sehingga dapat dilakukan secara cepat dan keseluruhan. Hal ini dilakukan oleh Pemkot Depok selain untuk menegakkan peraturan yang ada namun untuk menjaga lahan hijau yang dimana sampai saat ini masih kerap digunakan secara ilegal oleh oknum nakal.

Dikabarkan, bahwa dalam waku dekat ini pun, Satpol PP kota Depok berencana akan melakukan penertiban ratusan bangunan liar dan lapak lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berdiri di sepanjang Jalan Raya Bogor. Namun untuk kali ini, petugas akan melibatkan Persatuan Pedagang Kaki Lima Indonesia (PPKLI) Kota Depok dalam penertibannya sehingga dapat berjalan dengan aman dan kondusif.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok, Nina Suzanna mengatakan, saat ini pihaknya mengaku telah bertemu dan telah berkoordinasi dengan pihak PPKLI kota Depok yang membahas mengenai penertiban bangunan liar disejumlah lahan hijau termasuk tempat relokasi yang akan diberikan kepada para PKL usai kegiatan penertiban dilangsungkan.

“Saat ini, pihak kami telah berkoordinasi dengan pihak PPKLI Depok guna membantu kami dalam proses penertiban nanti. Hingga sejauh ini, para Pedagang Kaki Lima pun sudah cukup mengerti akan apa yang kedepannya dilakukan oleh petugas bahwa mereka telah menyalahi aturan dan ketentuan yang berlaku,” tuturnya, Rabu (18/11/2015).

Dari penjelasannya, Nina mengatakan proses penertiban yang nantinya akan digelar secepat mungkin akan dilakukan sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku tanpa menyingkirkan HAM di proses penertibannya yang dimana ketentuan tersebut telah dilakukan oleh pihaknya dengan melakukan penyebaran Surat Peringatan (SP) sebanyak tiga kali yang usai disebarkan sejak Oktober 2015 lalu.

“Setiap kami akan melakukan proses penertiban, kami selalu memperhatikan tahapan tahapannya, mulai dari teguran lisan dan sampai dengan penyebaran surat peringatan kepada mereka yang melanggar sebanyak tiga kali. Semoga dalam penertiban yang nantinya akan kami lakukan pada akhir bulan ini tidak menemui kendala apapun di dalam proses eksekusinya,” jelasnya.

Lebih jauh, Nina pada saat dikonfirmasi mengenai seberapa banyak personil yang nantinya akan diturunkan oleh pihaknya dalam menertibkan ratusan bangunan liar di sepanjang Jalan Raya Bogor mengaku belum dapat memberitahu, namun pihaknya mengaku akan menyesuaikan kondisi dilapangannya nanti.

“Sampai saat ini kami belum tahu berapa jumlah anggota yang akan dibutuhkan untuk penertiban bangunan di sepanjang Jalan Raya Bogor. Bangunan liar dan lapak pedagang disana kan jumlahnya ratusan. Yang jelas saat ini kami akan meminta bantuan pihak kepolisian kota Depok untuk mengamankan jalannya proses eksekusi nanti dan mengatur arus lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan,” tandasnya.(Izl)

[ MuhammadKhotib/HD ]

Tags: