Polresta Depok Berhasil Bekuk Pembuat Identitas Palsu

Polresta Depok Berhasil Bekuk Pembuat Identitas Palsu

HarianDepok.com – Berita , Maraknya terjadi pemalsuan identitas di wilayah kota Depok langsung ditanggapi serius oleh pihak kepolisian kota Depok dengan melakukan penangkapan terhadap para pemalsu dokumen yang sangatlah meresahkan berbagai pihak termasuk pihak kepolisian.

Diketahui bahwa baru baru ini anggota Polresta Depok telah berhasil menangkap seorang pelaku pemalsuan dokumen yang bernama Herry Purnomo alias Heri yang diketahui statusnya sebagai salah satu pelaku pemalsuan dokumen identitas. Dari tangannya, petugas berhasil menyita beberapa barang bukti berupa KTP elektronik palsu, akta kelahiran palsu, akta cerai, dan ijazah palsu.

Kapolresta Depok, Komisaris Besar Polisi, Dwiyono mengatakan, dari hasil penyelidikan anggotanya selama ini bahwa tersangka sudah melakukan praktek membuat identitas palsu sejak beberapa tahun yang lalu. Guna mendukung profesinya tersebut, pelaku membeli blanko identitas palsu di kawasan Pramuka, Jakarta Timur.

Dari beberapa keterangan tersangka, ia sudah kerap kali membantu beberapa orang untuk dibuatkan dokumen palsu guna dijadikan sebagai salah satu syarat untuk mengajukan pinjaman ke berbagai bank, melamar pekerjaan, ada juga yang hendak untuk menjual sebidang tanah. Dari hasil pembuatan identitas palsu yang dibuat oleh tersangka selama ini, rata rata para pemesan berhasil mendapatkan apa yang diharapkannya.

“Dari hasil penyelidikan kami terhadap si pelaku, ia mengaku bahwa kebanyakan yang menggunakan dokumen palsu buatannya rata rata sudah berhasil mendapatkan apa yang dimaunya seperti salah satunya adalah disetujuinya permohonan anggunan ke sejumlah bank,” jelasnya di Depok, Senin (16/11/2015).

Ia pun menambahkan, sampai saat ini tersangka terhitung sudah memproduksi puluhan identitas palsu yang dimana diantaranya adalah 30 Kartu Tanda Penduduk (KTP), 30 Kartu Keluarga (KK), 30 SKU, sejumlah Akta Cerai, empat Akta Kematian dan lima Akta Kelahiran. “Profesinya ini sudah termasuk ke dalam jaringan atau sindikat. Kami mencurigai adanya keterlibatan pihak lain dalam pekerjaan si pelaku,” tuturnya.

Dari keterangannya, harga kepemilikan dokumen palsu dibanderol oleh si pelaku dengan harga yang berbeda beda mulai dari 50 ribu rupiah sampai dengan 700 ribu rupiah. Untuk harga KTP elektronik palsu buatannya, dibanderol dengan harga 400 ribu rupiah, sedangkan untuk Kartu Keluarga dihargai sebesar 200 ribu rupiah, buku nikah seharga 700 ribu rupiah, akte kelahiran dan akte cerai seharga 500 ribu rupiah.

Selain menyita sejumlah dokumen palsu dari rumah tersangka, pihaknya juga telah berhasil mengamankan sejumlah alat alat pendukung profesinya yang diantaranya berupa 30 buah stempel kelurahan kota Depok dan sejumlah blanko kosong. Untuk pembuatan dokumen palsu tersebut, si pelaku mengaku dapat membuat KTP elektronik palsu hanya dalam satu hari saja sedangkan yang lainnya tergantung dari kesulitan data yang didapatkannya.

Pelaku dibekuk oleh petugas pada saat adanya petugas yang menyamar untuk dibuatkan KTP palsu oleh si pelaku dengan harga yang ditawarkan sebesar 400 ribu rupiah. Setelah adanya kesepakatan diantara kedua pihak, maka si pelaku diajak bertemu kembali di salah satu lokasi di daerah Sawangan, Depok dan ketika ia datang, petugas pun langsung menangkapnya.

Dari hasil perbuatannya selama ini, si pelaku dijerat dengan pasal 263 KUHP dengan ancaman hukuman penjara empat tahun. Dan sampai saat ini, kasusnya masih terus dikembangkan oleh pihak kepolisian kota Depok untuk membongkar jaringan pemalsuan identitas yang selama ini banyak menimbulkan masalah.(Izl)

Tags:
author

Author: 

Writer and Author In HarianDepok