Rencana Kenaikan Tarif Kesehatan RSUD Depok Ditolak

Rencana Kenaikan Tarif Kesehatan RSUD Depok Ditolak

HarianDepok.com – Berita , Rencana kenaikkan tarif layanan yang diajukan oleh pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Depok pada beberapa waktu yang lalu mendapatkan penolakan dari sejumlah organisasi kesehatan dan masyarakat kota Depok yang pada waktu itu berbondong bondong datang ke Balaikota Depok guna menolak akan adanya rencana kenaikkan tarif pelayanan kesehatan yang dianggapnya sangatlah memberatkan.

Selain daripada itu, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Depok langsung memberikan pernyataan akan ditolaknya rencana kenaikan tarif pelayanan kesehatan di RSUD Depok dengan beberapa alasan yang diantaranya adalah masih belum lengkapnya sarana dan prasarana yang ada di dalam RSUD Depok sehingga masih dianggapnya belum elok untuk menaikkan tarif.

Anggota Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kota Depok, Rezky M Noor mengatakan, kenaikkan tarif pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Depok saat ini dianggapnya sebagai hal yang belum tepat dalam penerapannya, sebab sampai saat ini perangkat pendukung layanan kesehatan yang ada di RSUD Depok masih belum memadai.

“Kalau semuanya sudah lengkap dan memang telah memadai dan mencukupi kebutuhan pelayanan kesehatan seluruh warga kota Depok ya mungkin bisa dikaji ulang rencananya. Namun kalau melihat keadaan RSUD Depok saat ini, sangatlah tidak tepat dalam penerapan menaikkan tarif pelayanan kesehatan,” tuturnya di Beji, Depok, Minggu (15/11/2015).

Rezky pun mengungkapkan, penolakan rencana kenaikkan tarif pelayanan kesehatan yang saat ini ditolak oleh pihaknya lantaran belum ada payung hukumnya mengenai keputusaan resmi dari sidang paripurna yang akan diputuskan pada Senin 16 November 2015. “Payung hukumnya saja belum ada, kok sudah mau dinaikkan tarifnya,” ujarnya.

Di lain pihak, pasangan Cawalkot Depok Nomor Urut dua, Pradi Supriatna menegaskan, dirinya sangatlah tidak setuju dengan adanya rencana kenaikkan tarif layanan kesehatan yang diajukan oleh pihak RSUD Depok dengab alasan penyesuaian pelayanan kesehatan. Ia mengatakan bahwa sampai saat ini jumlah warga kota Depok uang kurang mampu dan berpenghasilan rendah masih terbilang banyak. Dan jika hal tersebut disetujui, maka dikhawatirkan akan semakin mempersulit mereka dalam mendapatkan pelayanan kesehatan.

“Sampai saat ini warga yang berpenghasilan rendah dan statusnya kurang mampu itu masih banyak sekali, jadi saya pikir hal ini tidaklah tepat jika direalisasikan saat ini,” katanya.

Ia pun berencana akan membangun RSUD lagi di wilayah yang lainnya jika memang dirinya terpilih sebagai Wakil walikota Depok yang nantinya akan dibangun di kawasan Tapos atau Cimanggis dengan maksud mengakomodir masyarakat kota Depok yang tinggal di wilayah tersebut.

Seperti yang diketahui bahwa sampai saat ini, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Depok hanyalah ada satu saja yang berlokasi di Jalan Muchtar, Sawangan, Depok, Jawa Barat yang lokasinya dianggap kurang strategis dalam melayani kesehatan warga kota Depok.(Izl)

[ MuhammadKhotib/HD ]

Tags: