Tarif Pelayanan RSUD Depok Naik, Ibu Ibu Langsung Berdemo di Depan Balaikota

Tarif Pelayanan RSUD Depok Naik, Ibu Ibu Langsung Berdemo di Depan Balaikota

HarianDepok.com – Berita , Adanya rencana kenaikkan tarif pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) kota Depok pada pada beberapa waktu lalu oleh pihak rumah sakit yang bertujuan untuk menyesuaikan tarif yang selama beberapa tahun belakangan ini tidak pernah ada perubahan langsung disikapi negatif oleh sejumlah elemen masyarakat khususnya para ibu yang dengan tegas menolak akan adanya hal tersebut.

Kenaikkan yang dianggap sebagai penyesuaian pelayanan perawatan oleh pihak rumah sakit dianggapnya sangatlah memberatkan masyarakat khususnya masyarakat kota Depok yang kurang mampu untuk mendapatkan pelayanan kesehatan di satu satunya RSUD yang dimiliki oleh kota Depok.

Guna menolak akan adanya hal tersebut, sejumlah warga kota Depok berbondong bondong datang ke Balai kota Depok menemui Walikota Depok, Nur Mahmudi Ismail guna menuntut pemerintah daerah agar rencana kenaikkan biaya pengobatan di RSUD Depok dibatalkan. Dari aksi demo yang dilakukan kebanyakan oleh kaum ibu pada waktu itu rata rata mereka membawa anak anaknya yang masih kecil.

Tanpa rasa lelah dan jerih terhadap cuaca yang tidak mendukung, para ibu terus melakukan orasinya di depan Balaikota Depok yang menuntut agar biaya pengobatan di RSUD Depok digratiskan. Di dalam kegiatan orasinya tersebut, anak anak yang mereka bawa terlihat dibiarkan main di dalam area Balaikota Depok.

Ina, salah satu warga Pasar Cisalak mengaku sengaja membawa buah hatinya yang usianya masih dibawah lima tahun untuk berdemo ke Balaikota Depok dengan alasan tidak ada yang mengurusnya. “Biarin aja, emang sengaja daya bawa biar ada yang kasihan,” jawabnya polos pada saat ditanya oleh awak media, Selasa (10/11/2015).

Di lain kesempatan, Nani yang juga membawa anaknya pada waktu berdemo di Balaikota Depok mengharapkan akan adanya kebijaksanaan dari pemerintah untuk lebih memperhatikan warga kota Depok khususnya warga kurang mampu agar jangan menyetujui adanya rencana penyesuaian tarif pelayanan rumah sakit. “Ya gratiskan dong. Masa bukannya digratiskan eh malah dinaikkan biayanya,” katanya.

Massa yang berdemo selama berjam jam di Balaikota Depok dengan pengawalan ketat dari petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) pun akhirnya berangsur angsur meninggalkan Balaikota Depok karena tidak berhasil menemui sang Walikota. Sebelumnya perwakilan para pengunjuk rasa ini sudah ditemui dengan pihak RSUD namun mereka tetap bertekad untuk bertemu Walikota guna menyampaikan aspirasinya.

Ketua Dewan Kesehatan Rakyat (DKR) Kota Depok, Roy Pangharapan mengatakan, mereka ini berdemo ke Balaikota amatlah jelas tujuannya, yaitu untuk menolak akan adanya rencana kenaikkan tarif pelayanan di RSUD Kota Depok yang dianggapnya sangatlah memberatkan warga kota Depok.

Maka daripada itu, pendemo sengaja datang ke Balaikota Depok untuk bertemu langsung oleh Walikota Depok agar dapat menyuarakan keluhannya langsung dengan harapan dikabulkannya tuntutan warga. “Kami maunya ketemu dengan pak Walikota bukannya dengan pihak RSUD Depok,” tegasnya pada saat melakukan orasinya di depan Balaikota Depok.(Izl)

[ AndriIdaman/HD ]

Tags:
author

Author: 

"Sesempurna apa pun kopi yang kamu buat, kopi tetap kopi, punya sisi pahit yang tak mungkin kamu sembunyikan.” (Internet Marketers & Publisher)