Miris, Aturan Pengawasan Ketertiban Umum Di Depok Sudah Ditegakkan, Namun Sarana Pendukung Masih Numpang di Jakarta

Perda Depok, Berita Depok, Pengawasan Ketertiban Umum Depok

HarianDepok.com – Berita , Penegakkan Peraturan Daerah (Perda) Kota Depok Nomor 16 Tahun 2012 tentang Pembinaaan dan Pengawasan Ketertiban Umum di wilayah kota Depok seakan akan hanya akan menjadi teori saja. Hal ini disebabkan oleh belum adanya sarana gedung Panti Sosial di kota Depok untuk menampung para pengemis dan anak jalanan.

Seharusnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dalam merealisasikan aturan tersebut eloknya dibarengi dengan adanya kesiapan sarans dan prasana pendukung dalam menanganinya seperti tenaga pembina dan pendidik dan yang tak kalah pentingnya adanya gedung penampungan untuk melakukan pembinaan dan bimbingan terhadap para pengemis yang ada di kota Depok.

Permasalahan ini pun juga dikeluhkan oleh pihak Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok yang saat ini masih kebingungan dalam menindaklanjuti ketertiban umum yang meliputi pengemis dan anak jalanan yang sampai saat ini keberadaannya masih terlihat jelas di sejumlah jalan utama kota Depok.

Kepala Bidang Keamanan dan Ketertiban, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok, Welman Naipospos mengatakan, penerapan penertiban dengan landasan aturan ketertiban umum yang dikeluarkan pada tahun 2012 silam dilapangannya saat ini amatlah sulit untuk dilakukan. Ini dikarenakan oleh ketiadaannya tempat penampungan untuk para pengemis dan anak jalanan di Depok.

Ia pun mengakui bahwa dalam menindaklanjuti peraturan tersebut dilapangannya, pihaknya masih terus mengirimkan para pengemis dan anak jalanan ke Panti Sosial di wilayah Ibukota DKI Jakarta guna diberikan bimbingan dan pembinaan. Namun hal tersebut sepertinya masih kurang maksimal sebab setiap kali pihaknya menertibkan para pengemis dan anak jalanan, keesokan harinya malah semakin banyak dan menjamur.

“Pihak kami selama ini telah melakukan yang terbaik dalam menerapkan aturan tentang pengawasan dan ketertiban umum. Namun, sampai saat ini, penerapannya masih terganjal oleh belum adanya sarana dan prasarana pendukung seperti tempat penampungan sementara untuk membina dan membimbing para pengemis dan anak jalanan yang kerap kali mengganggu aktivitas masyarakat kota Depok. Yang bisa kami lakukan saat ini adalah dengan mengirimkannya mereka ke Panti Sosial yang ada di Jakarta,” tuturnya di Depok, Minggu (08/11/2015).

Dari data yang dimiliki oleh Satpol PP kota Depok saat ini, diperkirakan sebanyak 400 orang pengemis dan anak jalanan telah berhasil mereka tangkap dengan periode penegakkan hukum yang dimulai sejak awal Januari sampai dengan November 2015 ini. Namun, selama penertiban tersebut, pihaknya malah dibingungkan dengan bertambahnya jumlah pengemis dan anak jalanan di kota Depok dengan perkiraan jumlah sebanyak 540 orang.

Lebih lanjut, Welman mengatakan, keterbatasannya daya tampung para pengemis dan anak jalanan di Panti Sosial di daerah Jakarta menjadi salah satu penyebab menjamurnya pengemis dan anak jalanan di kota Depok yang dimana keberadaannya sangat dekat sekali dengan wilayah Ibukota DKI Jakarta yang selalu dimanfaatkan oleh para pengemis dan anak jalanan untuk mengelabui petugas dalam penertibannya.

Maka daripada itu, pihaknya berharap akan adanya kerjasama dari pihak Dinas Tenaga Kerja dan Sosial (Disnakersos) kota Depok untuk dapat segera mengusulkan kepada instansi terkait dalam pengadaan tempat penampungan para pengemis dan anak jalanan untuk diberikan bimbingan dan pembinaan secara maksimal agar mereka dapat menjalani kehidupan mereka dengan mandiri.(Izl)

[ MuhammadKhotib/HD ]

Tags: