Disnakersos Depok Gelar Pelatihan Untuk Para Penyandang Cacat

Disnakersos Depok Gelar Pelatihan Untuk Para Penyandang Cacat

HarianDepok.com – Berita , Pemerintah Kora (Pemkot) Depok dalam mensejahterakan penyandang cacat yang ada di wilayahnya saat ini terlihat tengah melakukan kegiatan pelatihan kepada 35 orang difabel yang digelar oleh Dinas Tenaga Kerja dan Sosial (Disnakersos) Kota Depok dan Balai Besar Rehabilitasi Bokasional Bina Daksa (BBRVBD) Cibinong, Depok, Jawa Barat.

Pelatihan yang rencananya akan diberikan kepada para Tuna Daksa dan Tuna Rungu nantinya, direncanakan akan diberikan pelatihan secara langsung di dua pabrik yang bergerak di dalam bidang otomotif dan garment dengan harapan dapat memberikan mereka bekal yang berguna sehingga dapat meningkatkan kesejahteraannya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Sosial (Disnakersos) Kota Depok, Diah Sadiah dalam tanggapannya mengenai perihal tersebut mengatakan, telah merajut kerjasama dengan beberapa perusahaan yang ada di wilayah kota Depok untuk mensukseskan program pelatihan kaum difabel yang saat ini diselenggarkannya.

Pada bidang otomotif, pihak Disnakersos Kota Depok telah melakukan kerjasama dengan PT Amijaya dan untuk pelatihan di bidang lainnya pihaknya telah melakukan kerjasama dengan PT KL Mas. Pelatihan yang rencananya akan diberikan selama hampir satu bulan ini telah diselenggarakan mulai dari 29 Oktober 2015 kemarin sampai dengan 24 November 2015 mendatang.

“Tujuan diselenggarakannya pelatihan untuk kaum difabel saat ini untuk meningkatkan pengetahuan mereka di bidang otomotif dan garmen sehingga dapat menunjang kesejahteraan mereka dan tidak lagi bergantung kepada orang lain. Hal ini adalah salah satu kegiatan pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan pada penyandang cacat di Depok,” ujarnya di Depok, Minggu (01/11/2015).

Senada dengan hal tersebut Wakil Walikota Depok sekaligus Cawalkot Depok, Idris Abdul Shomad mengatakan, keberadaan kaum difabel sangatlah perlu diperhatikan karena bagaimanapun keadaan mereka, mereka mempunyai hak untuk hidup layak selayaknya orang orang normal yang lainnya. Oleh sebab itu mereka diberikan pelatihan di beberapa bidang dengan harapan dapat menjadikan kaum difabel sebagai pekerja yang handal dan mampu bersaing dengan tenaga kerja normal yang ada.

“Saat ini disetiap perusahaan sudah diwajibkan untuk memperkerjakan kaum difabel dengan jumlah minimal satu persen dari total karyawan yang ada dan jika ketahuan dan terbukti melanggar, maka perusahaan yang melanggar akan dikenakan sanksi kurungan penjara enam bulan dan dijatuhi sanksi denda sebesar 200 juta rupiah,” tegasnya.

Idris pun menghimbau kepada seluruh perusahaan yang ada untuk dapat membukakan kesempatan kepada para kaum difabel untuk dapat menyalurkan keahliannya dan dapat menjadikan karakter mereka yang mandiri dan tidak lagi bergantung kepada oranglain dalam memenuhi kebutuhan hidupnya sehari hari.

“Kita semua harus sadar bahwasanya mereka para penyandang cacat juga memiliki potensi yang baik dan harus dikembangkan jangan sampai berhenti dan padam begitu saja. Maka daripada itu dengan diberikannya kesempatan kepada mereka diharapkan dapat menyalurkan potensinya yang ada dan dapat menghasilkan sehingga dapat mencukupi kebutuhan hidup mereka sendiri tanpa harus bergantung kepada orang lain,” tandasnya.(Izl)

[ AndriIdaman/HD ]

Tags:
author

Author: 

"Sesempurna apa pun kopi yang kamu buat, kopi tetap kopi, punya sisi pahit yang tak mungkin kamu sembunyikan.” (Internet Marketers & Publisher)