PP No 78 Mengenai Sistem Pengupahan di Depok Disinggung Apindo Depok

PP No 78 Mengenai Sistem Pengupahan di Depok Disinggung Apindo Depok

HarianDepok.com – Berita , Adanya PP No 78 mengenai pengupahan tenaga kerja saat ini disikapi oleh para pegusaha dan para pekerja yang kebingungan dalam menjalankannya. Sebab, pada kenaikan UMK 2016 dewan pengupahan akan tetap melakukan penghitungan upah kerja berdasarkan regulasi yang lama.

Hal ini tertuang langsung dalam rapat Tripartit yang diselenggarakan di Balaikota Depok pada Selasa (27/10/2015) kemarin. Pada acara tersebut, dihadiri pula oleh beberapa instasi terkait yang diantaranya ada unsur pekerja, pengusaha dan pejabat penting di Kota Depok, Walikota Depok, Nur Mahmudi Ismail berikut dengan jajarannya untuk membahas kenaikan UMK 2016.

Ketua Apindo Kota Depok, Inu Kertapati Harahap dalam menanggapi adanya PP No 78 mengatakan, aturan tersebut masih menimbulkan kebingungan diantara para pengusaha dalam menetapkan UMK 2016. Disebutkan bahwa pada aturan tersebut bahwa pengaturan upah harus didasari oleh inflasi dan pertumbuhan ekonomi yang dirasakannya masih belum dipersempit definisinya.

“Jika untuk menetapkan UMK dengan landasan penghitungan dengan inflasi, inflasi apa yang dimaksudkan? Apakah inflasi kota, provinsi atau negara? Begitu juga dengan adanya landasan penghitungan dengan mengacu kepada pertumbuhan ekonomi, ekonomi siapa? rakyat, pengusaha, kota, atau negara? hal inilah yang sangat membingungkan,” ujarnya di Depok, Jum’at (30/10/2015).

Di lain hal, beberapa dewan pengupahan pun telah melakukan beberapa kali survey ke lapangan dalam menghitung kebutuhan hidup layak yang pada waktu itu dilakukan di enam pasar yang ada di wilayah kota Depok. Daru hasil sementara survey tersebut, muncullah nilai survey Kebutuhan Hidup Layak (KHL) yang jatuh kepada 2.606.000 rupiah. Namun, nilai tersebut belum disepakati oleh dewan pengupahan.

Dari penjelasannya, bahwa keputusan final hasil dari penghitungan KHL akan dilakukan kembali pada 05 November 2015 mendatang dan pada tanggal 19 November 2015 nilainya akan ditetapkan dan langsung diajukan ke Gubernur Provinsi Jawa Barat untuk segera memutuskan nilai UMK di kota Depok.

“Dalam penghitungan yang mengacu kepada regulasi yang ini, jujur saja kami tidak paham sehingga kami pihak pengusaha dan pekerja menjalankan penghitungan dengan menggunakan metode penghitungan yang lama yang selama ini selalu dijadikan tolak ukur untuk penghitungan UMK di tahun tahun sebelumnya,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Pekerja Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia Depok, Arif Rahman mengatakan, PP No 78 dianggapnya dapat memangkas jalur demokrasi antara para pekerja dan para pengusaha yang dapat memicu konflik dan dapat mempengaruhi kestabilan perekonomian yang ada saat ini.

Di dalam sistem penghitungan kenaikan UMK yang lama, para buruh dan para pengusaha berdialog bersama dalam dewan pengupahan yang berlandaskan penghitungan dari sistem survey KHL untuk dapat menetapkan kenaikan upah para pekerja. Namun jika memang sistem penghitungan yang lama diganti dengan berlandaskan PP No 78, maka keberadaan dewan pengupahan menjadi tidak berarti. “Efeknya adalah kerugian besar bagi kami,” tegasnya.

Di lain pihak, Erick salah satu karyawan di sebuah perusahaan swasta ternama di kota Depok berharap akan adanya perubahan yang lebih baik lagi di tahun mendatang dengan memperhatikan kebutuhan hidup para pekerja yang selama ini masih banyak yang terabaikan dan dianggapnya sebagai permainan di kalangan politik semata.

“Kebutuhan hidup semakin tinggi, saya mengharapkan kepada pemerintah untuk memperhatikan kami rakyat kecil yang selalu tertindas. Yang kami bisa memang hanya bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup. Namun, pemerintah selaku penampung aspirasi masyarakat eloknya mengeluarkan kebijakan yang baik dan tidak menguntungkan sebelah pihak saja. Perhatikan kami dan sejahterakan kami seperti janji bapak ibu pada saat bersumpah diatas kitab suci,” harapnya.(Izl)

[ AndriIdaman/HD ]

Tags:
author

Author: 

"Sesempurna apa pun kopi yang kamu buat, kopi tetap kopi, punya sisi pahit yang tak mungkin kamu sembunyikan.” (Internet Marketers & Publisher)