Meteor Jatuh di Bengkulu, Ini Penjelasan Lapan

Meteor Jatuh di Bengkulu, Ini Penjelasan Lapan

HarianDepok.com – Berita – Nasional , Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) akhirnya mengungkapkan jika objek misterius yang jatuh di hutan perbatasan Kabupaten Kepahiang dengan Rejanglebong Provinsi Bengkulu pada Senin (26/10/2015) malam adalah meteorit. Thomas Djamaluddin selaku Kepala Lapan menyebutkan pihaknya telah mendapat laporan dari masyarakat setempat soal suara dentuman meteorit tersebut.

“Kami sudah dapat laporan bahwa ada benda langit bercahaya yang jatuh ke tanah lengkap dengan suara dentuman dan sempat menyebabkan getaran. Itu adalah meteorit, yang merupakan sisaan dari meteor,” tutur Thomas. Ia menjelaskan, sampah atau puing antariksa tersebut biasanya mudah dideteksi, terlebih yang berpotensi menuju ke Bumi. Tetapi dalam kasus ini, itu bukanlah sampah antariksa.

Thomas menambahkan, meteorit tersebut diduga ukurannya kecil, yakni sekitar 1 meter atau bahkan kurang. “Kalau ukurannya kecil, ya hanya hasilkan gelombang tanpa bikin kejut yang menggetarkan kaca dan lainnya. Beda halnya jika ukurannya raksasa, sangat mungkin ciptakan gelombang besar,” ungkapnya. Dijelaskan Thomas, bahwa meteor dan meteorit adalah dua hal yang berbeda.

Meteor merupakan batuan antariksa yang menyerupai bola api bercahaya, di mana ia akan terbakar jika masuk ke atmosfer Bumi. Nah, sisaan dari pembakaran meteor ini dinamakan meteorit. Oleh sebab itu, meteorit memang biasanya masih berbentuk batu-batu kecil. Tapi sangat mungkin juga ukurannya masif yang mencapai hingga belasan meter apabila si meteornya juga raksasa. Ia menambahkan, secara tafsiran setiap harinya 25 ribu ton batuan antariksa masuk ke Bumi, termasuk meteor.

Namun bila ukurannya kecil maka besar kemungkinan ketika ia terbakar di atmosfer Bumi, maka tidak akan menyisakan puing atau meteorit. Sementara meteor yang memiliki ukuran cukup besar masuk ke atmosfer Bumi dan terbakar, biasanya cenderung akan pecah atau hancur sehingga menghasilkan puing bebatuan meteorit. Thomas memastikan jika kejadian meteorit di Bengkulu ini tidak berbahaya karena tidak ada kandungan kimia dan radiasi yang dibawa dari antariksa.

[ TaufikHidayat/HD ]

Tags:
author

Author: 

Writer and Author In HarianDepok