Dishub Depok Sosialisasikan Larangan Pengalihan Fungsi Trotoar Kepada Para Pedagang di Jalan Margonda Raya

Dishub Depok Sosialisasikan Larangan Pengalihan Fungsi Trotoar Kepada Para Pedagang di Jalan Margonda Raya

HarianDepok.com – Berita , Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dalam menata kembali Jalan Margonda Raya agar lebih baik lagi saat ini terlihat tengah melakukan beberapa pembenahan disana sana sini yang diantaranya ada penertiban sejumlah bangunan tanpa memiliki izin resmi dan memperbaiki saluran drainase di sepanjang jalan raya tersebut untuk mengantisipasi akan adanya banjir pada saat musim penghujan tiba.

Selain itu, pihak Dinas Perhubungan (Dishub) kota Depok pun juga kerap melakukan penertiban parkir liar disepanjang jalan tersebut agar dapat mengurangi tingkat kemacetan yang saat ini terbilang sangat tinggi sekali kepadatannya pada pagi dan sore hari.

Guna memperindah dan mengembalikan fungsi trotoar di sepanjang Jalan Natgonda Raya kembali dalam keadaan semula, pihak Dishub kota Depok pun juga langsung turun tangan memperingatkan kepada seluruh pemilik showroom mobil untuk tidak memajang barang dagangannya di atas trotoar yang dapat mengganggu pengguna jalan kaki dan dapat merusak trotoar.

Kepala Bidang Pengendali Operasional Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok, Jondra Putra mengatakan, hal ini sengaja dilakukan oleh pihaknya karena selama ini masih banyak para pemilik usaha showroom yang tidak mempedulikan fungsi pokok dari trotoar sehingga menyebabkan kemacetan karena pengalihan penggunaan dari fungsi trotoar.

“Pihak kami mengingatkan kepada mereka untuk jangan lagi memajang kendaraannya di sepanjang trotoar karena sudah menyalahi fungsi utamanya. Sampai saat ini masih banyak showroom yang terlihat masih menggunakan trotoar untuk berjualan. Ini sudah melanggar ketentuan hukum dan penggunaannya. Maka daripada itu, pihak kami meminta kepada mereka agar kedepannya jangan lagi menggunakan trotoar untuk memajang kendaraannya,” tuturnya, Jum’at (26/10/2015).

Selain showroom, para pemilik usaha rumah makan pun tak lepas dari pengawasannya yang sampai saat ini masih banyak yang menggunakan trotoar sebagai lahan parkir para pengunjungnya. Untuk itu, pihaknya pun juga melakukan hal yang sama dengan memperingatkan mereka untuk jangan lagi menggunakan trotoar sebagai lahan parkir para tamunya.

Seperti yang terlihat, di sepanjang Jalan Margonda Raya, banyak usaha rumah makan yang tidak memiliki lahan parkir sehingga para pengunjung dengan terpaksa memarkirkan kendaraan para pengunjungnya di sepanjang bahu jalan dan trotoar di jalan tersebut. Hal ini pun juga dapat menyebabkan kemacetan dan mengganggu para pejalan kaki yang melintas di jalan tersebut.

“Teguran sudah kami sampaikan mulai dari peringatan secara lisan maupun tulisan. Memang sampai saat ini kami belum menjatuhkan sanksi yang berarti dan baru hanya sebatas teguran saja. Namun untuk kedepannya kami akan menindaktegas dengan menjatuhkan sanksi dan hukuman kepada mereka yang melanggar,” katanya.

Di lain pihak, Astuti (34th) pemilik usaha warung makan di Jalan Margonda mengakui bahwa memang selama ini para pengunjungnya memarkirkan kendaraannya di pinggir jalan dan di trotoar jalan tersebut dikarenakan ketiadaannya lahan parkir. Meski begitu ia pun mengharapkan akan adanya kebijakan untuk para pedagang yang sampai saat ini keberadaannya selalu diusik oleh petugas.

“Kami rakyat kecil pak, usaha warung makan untungnya cuma untuk memenuhi kebutuhan sehari hari, ini juga tempat untuk berjualan saja kami sewa, nah sekarang kami disalahkan lagi sama petugas karena para pengunjung parkir di trotoar. Mohon bapak ibu di gedung sana agar tidak selalu menyalahkan kami saja namun juga dapat mencarikan solusi untuk kami sehingga kami tidak terus menjadi kambing hitam atas permasalahan ini,” keluhnya.(Izl)

[ MuhammadKhotib/HD ]

Tags: