Seluruh ASN di Kota Depok Dilarang Keras Jadi Juru Kampanye Cawalkot

Seluruh ASN di Kota Depok Dilarang Keras Jadi Juru Kampanye Cawalkot

HarianDepok.com – Berita , Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di kota Depok yang akan dilangsungkan pada awal Desember 2015 mendatang menjadi perbincangan hangat masyarakat yang mengharapkan adanya suatu perubahan yang lebih baik lagi di periode kepemimpinan yang akan datang. Namun disisi lain, ada juga yang menganggap bahwa pada setiap adanya acara pemilihan, para Aparatur Sipil Negara (ASN) menjadi penentu kemenangan para pasangan calon.

Isu tersebut langsung disikapi oleh Walikota Depok, Nur Mahmudi Ismail yang mengatakan, jika memang terlihat akan adanya ASN yang terlibat di dalam pelaksanaan Pilkada, itu hanya bersifat sosialisasi saja yang mempunyai tujuan untuk mengajak seluruh masyarakat menciptakan Pilkada yang sukses, aman dan berada di keadaan yang kondusif dan bukan mengarahkan ke arah sebaliknya.

“Seluruh ASN boleh melibatkam dirinya ke dalam Pilkada, namun hanya sebatas untuk memberikan sosialisasi saja dan bukan menjuruskan masyarakat untuk memberikan hak suaranya kepada salah satu pasangan Cawalkot. Jika memang ASN ada yang hadir di dalam kampanye, itu sih dipersilahkan saja. Namun mereka dilarang keras untuk menjadi juru kampanye dan mengarahkan,” tegasnya, Jum’at (23/10/2015).

Nur pun menjelaskan, di dalam perundang undangan mengenai Aparatur Sipil Negara sudah dijelaskan bahwa seluruh ASN dari berbagai golongan dilarang ikut berpartisipasi dalam kepengurusan dan keanggoyaan dari partai politik (Parpol). Namun, jika hanya berpartisipasi saja guna mensukseskan jalannya penyelenggaran pemilu berupa sosialisasi, itu diperbolehkan.

Hal ini merujuk kepada Hak Asasi Manusia (HAM) yang menjelaskan bahwa seluruh pemimpin negara beserta perangkatnya tidak diperbolehkan membatasi kehidupan sosial politik mereka, meskipun terlibat dalam pelaksanaan Pemilu, para ASN harus tetap menjaga independensinya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Depok, Andriansyah mengatakan, peran ASN dalam melakukan kegiatan sosialisasi di pemilu itu adalah hal yang diperbolehkan, justru yang tidak diperbolehkan adalah adanya sikap ASN yang memihak kepada salah satu pasangan calon dan mencoba mempengaruhi masyarakat melalui jabatannya untuk memilih pasangan calon.

“Sampai saat ini, tugas dan fungsi kami sebagai petugas pengawas pemilu masih seperti yang dulu yang hanya berhak melakukan pengawasan semata dan tidak diperbolehkan membatasi kehidupan sosial seluruh ASN dalam berpolitik,” katanya.

Namun dirinya dengan tegas akan melakukan pelaporan kepada pihak yang terkait apabila ada ASN yang ditemukan dalam keadaan tengah melakukan orasi yang mendukung salah satu pasangan Cawalkot dan mencoba mempengaruhi masyarakat melalui jabatannya guna.

[ MuhammadKhotib/HD ]

Tags: