Gempa 5,0 SR Guncang Jepara, Dua Desa Ini Alami Longsor

Gempa 5,0 SR Guncang Jepara, Dua Desa Ini Alami Longsor

ilustrasi

HarianDepok.com – Berita – Nasional , Kota Jepara pada Jumat (23/10/2015) kemarin sekitar pukul 01.10 WIB diguncang gempa berkekuatan 5 SR sehingga menyebabkan dua desa di kawasan Jepara terjadi longsor. Longsor tersebut terjadi di Desa Pendem, Jepara, Jawa Tengah. Kepala Stasiun Geofisika Kelas III Banjarnegara Teguh Rahayu menyebutkan, longsor tersebut terjadi usai Jepara diguncang gempa berkekuatan 5,0 skala Richter yang berpusat di kilometer 26 timur laut Jepara.

“Longsor terjadi setelah gempa, jadi kemungkinan karena gempa. Tapi mungkin juga karena sudah rentan akibat musim kering. Tanah pada retak,” tuturnya, Jumat (23/10/2015). Longsor yang terjadi di Desa Pendem tersebut tidak menimbulkan korban jiwa, pasalnya longsor hanya tanah saja, mungkin hal tersebut juga dikarenakan tanahanya kering. Bukan hanya Desa Pendem, masih ada satu lagi desa yang juga mengalami longsor akibat gempa yang mengguncang Jepara kemarin.

Teguh mengungkapkan, selain Desa Pendem ada juga Desa Keling yang juga mengalami longsor dari informasi yang ia dapatkan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jepara. “Informasi terbaru dari BPBD Jepara terdapat longsor di Desa Pendem. Dari laporan BPBD Pati terdapat genting yang jatuh di Desa Karansari,” imbuhnya.

Tidak hanya itu, Teguh juga menjelaskan bahwa gempa di Jepara berada dalam tatanan tektonbik zona Semenanjung Muria yang disebutkan jika di zona tersebut terdapat rekahan-rekahan kegempaan cukup aktif yang patut untuk diwaspadai. “Di zona ini ada beberapa sesar yang diduga cukup aktif, seperti sesar (rekahan) lasem, sesar muria, dan sebaran sesar mikro lainnya yang tersebar di daratan dan di lepas pantai Laut Jawa,” ujar Teguh. Menurut Rahayu, gempa tersebut mempunyai mekanisme rekahan dengan pergerakan mendatar.

“Gempa bumi ini mempunyai mekanisme sesar dengan pergerakan mendatar yang hampir mengarah ke utara-selatan. Hasil ini cukup konsisten dengan karakteristik sesar muria yang berarah utara-selatan,” ungkapnya. Teguh juga menyatakan bahwa msyarakat perlu lebih cermat dan lebih serius dengan gempa di Semenanjung Muria, karena gempa tersebut ada kemungkinan akan terjadi lagi. “Tampaknya perlu dicermati dengan serius, mengingat periode ulang gempa bumi yang sangat mungkin terjadi. Khususnya di Semenanjung Muria,” jelas Teguh.

[ TaufikHidayat/HD ]

Tags:
author

Author: 

Writer and Author In HarianDepok