Dinkes Depok Data Siswa Siswi Gendut

Dinkes Depok Data Siswa Siswi Gendut

HarianDepok.com – Berita , Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dalam mewujudkan kotanya sebagai Kota Layak Anak (KLA) baru baru ini tengah melakukan pendataan terhadap siswa siswi gendut yang masih bersekolah di Depok. Ini dimaksudkan untuk menekan resiko obesitas dan meningkatkan kesehatan anak.

Kegiatan peningkatkan pelayanan kesehatan ini gencar dilakukan pada beberapa bulan belakangan ini dikarenakan semakin banyaknya anak anak yang ditemui dalam keadaan melebihi berat diatas normal. Oleh sebab itu Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok selaku Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ditunjuk, terus mendata dan meninjau siswa siswi gendut di seluruh sekolah yang ada di kota Depok.

Kepala Seksi Pelayanan Dasar dan Rujukan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok, Zakiah mengatakan, kegiatan pendataan siswa gendut yang ada di sekolah Depok ini sudah berlangsung dan dilakukan oleh pihaknya sejak bulan Juli lalu. Hal ini dilakukan merujuk kepada adanya rencana Pemkot Depok dalam mewujudkan kota Depok sebagai Kota Layak Anak (KLA).

“Sampai saat ini kami telah melakukan pendataan terhadap siswa siswi gendut yang bersekolah di Depok yang dimulai sejak bulan Juli 2015 lalu, untuk memaksimalkan pendataan, kami mengajak para guru SD, SMP dan SMA untuk turut ambil bagian dalam mendata dan memeriiksa serta mengukur berat badan para siswa disekolah. Setelah hal tersebut dilakulamnya, maka mereka akan memasukkan data kedalam Si bugar,” tuturnya, Kamis (22/10/2015).

Pendataan para siswa siswi gendut yang melibatkan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok, Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Depok ini dalam teknis pelaksanaannya dilapangan sistem pendataannya dilakukan berdasarkan oleh berat badan dan tinggi badan siswa. Selain itu, penilaian pun juga dilihat dari status gizi yang dititikberatkan kepada orang dewasa.

Untuk perhitungan Indeks Masa Tubuh (IMT), dilakukan oleh guru masing masing di sekolah. Dan hasil yang didapatkannya nantinya akan dibagi menjadi empat kategori yang diantaranya adalah obesitas Kelas II denhan Poin diatas 30, Kelas I mencapai 25-30, Over Weight mencapai 23-25, Healty Weight mencapai 18,5-23 dan Under Weight kurang dari 18,5.

“Pada target kami, bulan November mendatang kami akan melakukan pertemuan kembali dengan instansi terkait untuk mengevaluasi hasil yang sudah didapatkan oleh para petugas. Dan nantinya, total akhir dari data yang didapatkan  akan dijumlahkan keseluruhannya pada bulan Desember,” pungkasnya.

Ia pun menjelaskan, jika memang ada siswa siswi sekolah ditemukan dalam keadaan tidak normal ataupun gendut dan berkriteria tidak bugar, maka pihaknya akan langsung melakukan koordinasi kepada pihak sekolah yang kemudian akan menghidupkan kantin sehat serta menerapkan pelatihan untuk kebugaran jasmani untuk para siswa siswi sekolah.

“Untuk menghindari dan menekan angka obesitas di lingkungan sekolah, tenaga pengajar khususnya di bagian olahraga diminta untuk menambahkan latihan kebugaran kepada para siswa siswi sekolah sebagai salah satu pencegahan dini agar dapat menekan resiko obesitas dikalangan pelajar,” katanya.

Dengan adanya upaya tersebut, diharapkannya dapat meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan para siswa siswi yang bersekolah di Depok sehingga dapat terwujud lingkungan sekolah yang sehat dan dapat menekan resiko dan bahaya dari obesitas anak.(Izl)

[ AndriIdaman/HD ]

Rate this article!
Tags:
author

Author: 

"Sesempurna apa pun kopi yang kamu buat, kopi tetap kopi, punya sisi pahit yang tak mungkin kamu sembunyikan.” (Internet Marketers & Publisher)