Pengungah Foto Kucing Hutan di FB Terancam Hukuman 5 Tahun Penjara

Pengungah Foto Kucing Hutan di FB Terancam Hukuman 5 Tahun Penjara

HarianDepok.com – Berita – Nasional , Seorang mahasiswi jurusan matematika Fakultas MIPA Universitas Jember, Ida Tri Susanti harus berurusan dengan polisi usai memamerkan foto kucing hutan dalam kondisi terikat tali di akun Facebook miliknya. Ida terancam hukuman penjara maksimal 5 tahun karena ada larangan berburu dan memperdagangkan kucing hutan. Menurut kabar, satwa ini diperoleh Ida dari hasil buruan di hutan Gumuk Topi.

“Kami akan mendatangi hutan Gumuk Topi di Kabupaten Jember,” ujar Sunandar Trigunajasa, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah III, Senin (19/10/2015). Bukan hanya Ida, ada juga beberapa orang yang ikut memamerkan perlakuan sadisnya terhadap kucing hutan. Nama latin satwa ini adalah Felis bengalensis. Persebaran kucing hutan membentang dari Asia Tengah di Afganistan dan Pakistan, lalu Asia Tenggara hingga Asia Timur di Korea dan Cina.

Berdasarkan catatan Animaldiversity.org, kucing hutan tersebar di Sumatera, Jawa, Bali, dan  Kalimantan.  Orang Jawa menyebutnya Blacan sedangkan orang Sunda menyebutnya meong congkok. Bentuk kucing hutan hampir sama dengan kucing yang sering kita pelihara. Kebanyakan kucing hutan yang bulunya berwarna cokelat memiliki berat badan antara 3 sampai 7 kg. Badan dan ekor bercorak seperti mawar dan ekor berbentuk cincin. Panjang kucing hutan berkisar 44,5-107 cm,-

dan ekor mereka berkisar 23-44 cm. Corak warna kucing hutan berbeda di sebagian daerah. Pada habitat bersalju memiliki bulu lebih ringan dibanding yang hidup di hutan. Corak lebih gelap banyak ditemukan kucing yang hidup di hutan. Satwa ini hidup di hutan dengan iklim tropis dan subtropis, hutan konifer (pohon berbentuk jarum seperti cemara dan pinus), habitat semak, dan padang rumput. Tempat paling tinggi yang dapat ditinggali Felis Bengalensis ini sampai 3.000 meter.

Kucing hutan ini mempunyai rentang waktu masa kehamilan 65 sampai 72 hari. Bulan Januari sampai Maret memasuki masa melahirkan. Setelah melahirkan,  musim kawin berlangsung cepat atau hanya empat bulan setelah melahirkan. Cepatnya perkembangbiakan satwa ini ditunjang tersedianya pasokan makanan. Hewan ini memangsa vertebrata darat kecil seperti tikus dan kadal. Tapi hewan lain pun jadi makanannya seperti kelelawar, ular dan ayam.

[ TaufikHidayat/HD ]

Tags:
author

Author: 

Writer and Author In HarianDepok