55 Bangunan Liar Berusia Puluhan Tahun Akhirnya Dirobohkan Satpol PP Depok

55 Bangunan Liar Berusia Puluhan Tahun Akhirnya Dirobohkan Satpol PP Depok

HarianDepok.com – Berita , Petugas gabungan yang terdiri daeri kepolisian kota Depok dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) kota Depok pada beberapa waktu lalu telah melakukan kegiatan penertiban bangunan di jalan Nusantara, Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat dengan mengerahkan sedikitnya 200 personil dalam menjalankan kegiatan tersebut.

Dari data yang berhasil dihimpun, sebanyak 55 bangunan permanen, semi permanen dan Non permanen yang berdiri diwilayah tersebut seluruhnya langsung diratakan oleh petugas dengan mengerahkan alat berat. Selain telah melanggar ketetapan aturan yang ada mengenai penggunaan lahan hijau, 55 bangunan ini berdiri tanpa memiliki surat izin dari Pemkot Depok.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Nina Suzana dalam keterangannya mengenai pembongkaran paksa bangunan tersebut mengatakan, bangunan yang terdiri dari bangunan permanen, semi permanen dan non permanen dibongkar tersebut telah berdiri selama puluhan tahun dan tanpa memiliki Izin Mendirikan Bangunan akan dialihkan fungsinya menjadi taman kota dan ruang hijau untuk bermain anak anak.

“Seluruh bangunan yang berdiri di sepanjang jalur hijau ini kami tertibkan dan kami robohkan karena sudah menyalahi aturan dan tidak memiliki izin resmi dari Pemkot Depok setelah kami layangkan surat teguran. Selama ini kami masih menunggu itikad baik dari pada pemilik bangunan untuk merobohkan sendiri bangunannya, namun karena peringatan kami tidak diindahkan maka dengan terpaksa kami harus merobohkan paksa bangunan liar tersebut,” jelasnya, Selasa (20/10/2015).

Dari kebanyakan bangunan yang dirobohkan oleh petugas pada waktu itu, sebelumnya juga sudah diberikan solusi agar memindahkan kegiatan jual belinya ke Pasar Depok, namun setelah diedarkannya surat peringatan ketiga, para pemilik bangunan masih bersikukuh bertahan dan tidak mau relokasi, maka penertiban paksa bangunan liar pun dilakukan.

“Hampir separuhnya kami himbau dan kami beri solusi untuk relokasi ke Pasar Depok, tapi tidak ditanggapi maka dengan terpaksa kami bongkar bangunannya. Untuk solusi sudah kami berikan, namun untuk uang ganti rugi atas pembongkaran paksa ini tidak kami berikan karena mereka sudah menyalahi aturan dan bangunannya tidak memiliki izin,” tegasnya.

Sementara itu, Kabagops Polresta Depok, Kompol Agus Widodo mengatakan, pihaknya yang pada saat itu hadir turut menyaksikan pembongkaran bangunan liar tersebut berperan serta dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan pembongkaran. “Kami hanya bertugas mengamankan jalannya eksekusi pembongkaran agar tetap berjalan dengan baik dan kondusif. Untuk pengeksekusian bangunan, kami serahkan sepenuhnya kepada pihak Satpol PP karena ini memang sudah menjadi wewenangnya,” jelasnya.(Izl)

[ MuhammadKhotib/HD ]

Tags: