DPRD Depok Desak Pengerjaan Pembangunan RSUD Depok Segera Dilakukan

DPRD Depok Desak Pengerjaan Pembangunan RSUD Depok Segera Dilakukan

HarianDepok.com – Berita , Penyelesaian yang tiada akhir dalam merampungkan proyek pengerjaan pembangunan gedung Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) kota Depok sampai saat ini mendapatkan perhatian dari elit politik kota Depok yang meminta kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Depok untuk segera merealisasikan proyek pembangunan gedung B dan D secepatnya.

Salah satu elit politik yang mendukung atas perihal tersebut diantaranya adalah Ketua Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Depok, Lahmudin Abdullah yang dengan tegas meminta kepada Pemkot Depok untuk segera merealisasikan pembangunan proyek gedung RSUD Depok yang selalu tertunda pelaksanaannya.

Permintaan ini menurutnya sangatlah masuk diakal, sebab saat ini kebutuhan akan pelayanan kesehatan di wilayah kota Depok sangatlah sangatlah tinggi, jika direalisasikan perluasan pembangunan gedung di RSUD Depok, akan dapat menambah kapasitas dan meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat kota Depok yang notabene saat ini masih mengandalkan satu satunya rumah sakit milik pemerintah untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang lengkap.

“Sejak tahun 2014 yang lalu rencana pembangunan gedung tambahan RSUD akan dilanjutkan pengerjaannya. Namun, kini dikabarkan tertunda kembali, memang masalahnya apa sih sebenarnya? Untuk Detail Engineering Designnya kan sudah ada, kenapa tidak dilanjutkan. Ini kan bisa menghambat rencana peningkatan kesehatan di Depok,” tuturnya kepada wartawan, Senin (19/10/2015).

Ia menjelaskan, bahwa adanya pembangunan gedung tambahan di lingkungan RSUD Depok yang terdiri dari gedung B dan D, akan dapat menambah kapasitas penampungan yang saat ini hanya mencapai 71 tempat tidur menjadi 200 tempat tidur. Dengan adanya penambahan tersebut, masyarakat kota Depok tidak dikhawatirkan lagi akan adanya alasan penuh atau tidak ada ruang yang kosong.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemukiman dan Tata Ruang (Kadistarkim) Kota Depok, Dadan Rustandi mengatakan, tertundanya kembali proyek pelaksanaan pembangunan gedung tambahan di RSUD kota Depok disebabkan oleh minimnya dana anggaran untuk proyek tersebut yang biaya pengerjaannya ditaksir mencapai 170 miliar rupiah.

Anggaran yang hanya didapatinya dari APBD sebesar 135 miliar rupiah untuk pelaksanaan pengerjaan proyek tersebut sangatlah jauh dari kata cukup dan jika dipaksakan pengerjaannya, maka dipastikan akan dapat dibangun separuhnya saja

“Proyek pembangunan gedung RSUD Depok ini terkendala di minimnya anggaran untuk pengerjaannya. Oleh sebab itu, kami sangat pesimis untuk memastikan proyek tersebut rampung di awal tahun 2016 mendatang. Jika memaksakan untuk membangun gedung dengan dana tersebut, pastinya akan berjalan tersendat sendat dan memakan waktu yang lama dan kemungkinan besar hanya akan selesai separuhnya saja, itupun dengan kondisi yang belum dapat kami perkirakan,” tuturnya pada beberapa waktu lalu.

Menanggapi permasalahan tersebut, masyarakat kota Depok sangatlah berharap akan adanya perhatian dari pemerintah dan dewan mengenai penambahan fasilitas penunjang kesehatan di wilayah kota Depok yang saat ini RSUD Depok lah satu satunya yang menjadi tumpuan masyarakat dalam mendapatkan pelayanan kesehatan dengan optimal.(Izl)

[ AndriIdaman/HD ]

Tags:
author

Author: 

"Sesempurna apa pun kopi yang kamu buat, kopi tetap kopi, punya sisi pahit yang tak mungkin kamu sembunyikan.” (Internet Marketers & Publisher)