Kronologi Penangkapan Pelaku Pembunuhan Ibu dan Anak di Cakung

Kronologi Penangkapan Pelaku Pembunuhan Ibu dan Anak di Cakung

foto: viva.co.id

HarianDepok.com – Berita – Jakarta , Seminggu sudah pembunuhan ibu dan anak di Cakung, Dayu Priambarita (45) dan anaknya Yuel (5), polisi pun akhirnya menetapkan Heri Kurniawan sebagai orang yang harus bertanggung jawab atas pembunuhan  tragis tersebut. Kombes Krishna Murti, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya mengatakan, kasus tersebut terungkap atas kerjasama dari sejumlah pihak, termasuk masyarakat. Bukan hanya itu, atas kerja sama antara Polsek Cakung, Polres Metro Jakarta Timur dan Polda Metro Jaya sehingga mempermudah pengungkapan kasus tersebut.

Dia pun berbagi cerita mengenai upaya polisi mengungkap kasus ini. Mulai dari olah tempat kejadian perkara (TKP) yang diulang berkali-kali karena polisi tidak kunjung mendapatkan petunjuk signifikan, pemeriksaan saksi termasuk saksi kunci suami korban hingga 4 kali hingga penggambaran sketsa wajah pria terakhir yang keluar dari rumah korban. Begitu juga soal pengerahan tim surveilance dan anjing pelacak untuk mencari jejak pelaku.

Hasil wawancara terhadap Heno Pujo Leksono, tak menghasilkan titik terang. Sebab, suami korban mengaku tidak melihat siapa pun masuk ke rumahnya dan tidak memiliki masalah dengan orang mana pun sehingga polisi masih terus mencari petunjuk.  Krishna mengatakan, tim satgas yang dibentuk Kapolda Metro Jaya Irjen Tito Karnavian untuk membongkar kasus ini pun memperluas cakupan TKP serta memperbanyak pemeriksaan saksi-saksi yang mengaku melihat beberapa orang bertamu ke rumah korban.

Ia menambahkan, Ada saksi yang mengaku melihat seorang pria masuk tanpa permisi ke rumah korban dan keluar seorang diri dari rumah berpagar hitam tersebut. Kesaksian yang dinilai kredibel oleh polisi itu diperdalam dengan mendeskripsikan ciri-ciri pria tersebut. Lalu polisi membuat sketsa wajah pria yang diduga pelaku pembunuhan sesuai pengungkapan saksi. Kemudian diketahui, di belakang perumahan korban terdapat perkampungan padat penduduk.

Tim surveillance pun sampai turun ke kali yang berada di dekat lokasi pembunuhan untuk menyisir barang bukti. Penelusuran anjing pelacak mengarah ke perkampungan di belakang komplek perumahan tersebut. Krishna menuturkan anjing pelacak berputar-putar di ujung sebuah gang di perkampungan tersebut, yang belakangan diketahui gang rumah pelaku, “Anjing pelacak sempat berputar di depan gang rumah pelaku,” ucapnya.

Dari petunjuk-petunjuk itu polisi mencari tahu sosok yang tergambar dalam sketsa kepada warga sekitar kemudian menanyakan latar belakang pria dalam sketsa.  Lima Hari usai pemeriksaan sidik jari yang dilakukan forensik, petunjuk itu semakin menguat dan polisi memburu Heri, pria yang diinformasikan warga mirip dengan sketsa wajah terduga pelaku. Bberdasarkan hasil sidik jari Tim Labfor (Laboratorium Forensik) yang diperkuat data yang berhasil dikumpulkan selama 5 hari.

Polisi berhasil menangkap terduga pelaku atas nama HK dan menemukan barang bukti milik korban yakni handphone ketika meringkus pelaku pada Kamis (15/10/2015) pukul 06.00 pagi dan pukul 16.00 sore baru mengaku membunuh kedua korban. Sebelumnya, jenazah Dayu dan Yuel ditemukan pada Kamis (08/10/2015) sekitar pukul 17.30 WIB, dalam kondisi mengenaskan. Luka sobek dan bersimbah darah menjadi penyebab kematian kedua korban, diduga pelaku menghabisinya dengan benda tajam.

Korban Dayu mengalami luka di leher kiri, dagu sebelah kanan, punggung kiri, dada kanan, dan bawah ketiak kanan. Sementara anaknya, Yuel, mengalami luka terbuka di leher. Kedua korban ditemukan oleh Heno Pujo Leksono, yang tidak lain adalah suami dan ayah korban. Dia menemukan istri dan anaknya sudah tidak bernyawa saat pulang ke rumah. Sebelumnya, Heno sempat curiga karena menemukan pintu pagar rumahnya tidak terkunci.

[ taufikHidayat/HD ]

Tags:
author

Author: 

Writer and Author In HarianDepok