PDAM Kahuripan Bogor Merugi 30 Persen Akibat Peralihan Asetnya Ke Pemkot Depok

PDAM Kahuripan Bogor Merugi 30 Persen Akibat Peralihan Asetnya Ke Pemkot Depok

HarianDepok.com – Berita , Upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Depok untuk mengalihkan aset PDAM Kabupaten Bogor untuk dijadikan aset Pemkot Depok telah dilajukannya agreement dan penandatanganan kesepakatan antara kedua belah pihak, namun dana yang akan dikucurkan untuk pemindahan aset tersebut sampai saat ini masih dalam proses yang dalam waktu dekat ini akan segera dibayarkan kepada pihak Kabupaten Bogor sebagai dana kompensasi pemindahan aset.

Saat ini pun Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kota Depok masih terus mengkaji ulang pengusulan anggaran pemindahan aset PDAM Tirta Kahuripan yang dimiliki oleh Kabupaten Bogor kepada PDAM Tirta Asasta milik Pemkot Depok dengan dana anggaran sebesar 20,6 miliar rupiah.

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Depok, Igun Sumarno dalam keterangannya mengenai permasalahan tersebut mengatakan, dana kompensasi sebesar 20,6 miliar rupiah yang diperuntukkan sebagai dana pengalihan aset tersebut merupakan dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) perubahan tahun 2016.

“Sampai saat ini kami dengan sejumlah eksekutif kota Depok yang lainnya telah menyepakati pembayaran dana kompensasi pemindahan aset PDAM yang dimiliki oleh Kabupaten Bogor kepada Pemkot Depok. Di awal tahun 2016 mendatang dana tersebut sudah dianggarkan dan kami pun berharap untuk dapat segera bisa dibayarkan ke pihak Kabupaten Bogor,” tuturnya di Depok, Minggu (11/10/2015).

Seperti yang diketahui bahwa aset PDAM Tirta Kahuripan milik Kabupaten Bogor telah resmi disepakati pemindahannya menjadi milik Pemkot Depok melalui penandatanganan kesepakatan antara kedua belah pihak yang dilakukan di Pendopo Kabupaten Bogor pada Selasa (06/10/2015) kemarin.

Untuk aset yang akan diserahkan di kesepakatan tersebut diantaranya adalah, gedung kantor, seluas tanah, instaladi pengolahan air, instalasi transmisi distribusi sepanjang 657.452 meter, peralatan dan perlengkapan pendukung sebanyak 443 unit, peralatan kantor sebanyak 1196 unit dan 202 PNS.

Walikota Depok, Nur Mahmudi Ismail mengatakan, secara keseluruhan nilai aset yang diserahkan kepada Pemkot Depok mencapai 90 miliar rupiah. Namun, setelah adanya kalkulasi penghitungan dan penyusutan dari pihak konsultan dan piham BPKP, maka total biaya yang dapat dibayarkan untuk pemindahan aset tersebut menjadi 20,6 miliar rupiah.

Nur juga mengatakan, bahwa pemindahan aset ini juga merupakan kelanjutan dari perjanjian antara Pemkot Depok dengan Kabupaten Bogor yang terjadi pada 27 April 2015 lalu. Hal ini mengacu kepada adanya pemecahan wilayah Kabupaten Bogor dengan Depok yang terjadi pada 27 April 1999 silam.

“Pada waktu itu memang Depok masih masuk ke dalam wilayah Kabupaten Bogor. Namun, setelah adanya pemecahan wilayah, aset PDAM Kabupaten Bogor yang berdiri di wilayah kota Depok, masih dimiliki oleh pihak Kabupaten Bogor. Nah, untuk sekarang ini aset itu sudah resmi berpindah tangan menjadi milik Pemkot Depok,” tuturnya.

Di lain pihak, Direktur Utama PDAM Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor, Hadi Asmat memperkirakan akan kehilangan pendapatan sebanyak 30 persen dari jumlah keseluruhan pendapatan yang dimiliki pihaknya. Hal ini terjadi akibat adanya pemindahan aset yang dilakukan antara pihak Kabupaten Bogor dengan Pemkot Depok yang pada beberapa waktu lalu telah resmi disepakati oleh kedua belah pihak.

Dirinya pun mengatakan bahwa sekitar 42 ribu pelanggan yang tersebar di 11 Kecamatan kota Depok milik PDAM Tirta Kahuripan akan secara otomatis beralih kepemilikannya menjadi milik Pemkot Depok. Dirinya juga mengaku bahwa akibat dari adanya pemindahan aset tersebut sisa pelanggannya menyusut menjadi 120 ribu pelanggan saja.

Hadi menuturkan, dana kompensasi sebesar 20,6 miliar rupiah kepada pihaknya, nantinya akan digunakan sebagai dana untuk investasi lanjutan PDAM Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor yang salah satunya akan digunakan untuk anggaran penambahan kapasitas produksi di wilayah Bogor Timur untuk diupayakan dan dikembangkan lagi sehingga dapat meningkatkan pendapatan daerahnya.(Izl)

[MuhammadKhotib/HD]

Tags: