Tembakau Cap Gorilla Mengandung Zat Berbahaya Sejenis Ganja di Depok Masih Beredar Bebas

Tembakau Cap Gorilla Mengandung Zat Berbahaya Sejenis Ganja di Depok Masih Beredar Bebas

HarianDepok.com – Berita , Banyaknya tembakau racikan rumahan yang beredar di pasar pasar tradisional kota Depok saat ini menjadi perbincangan hangat di kalangan pemerintah pusat termasuk di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok. Pasalnya, salah satu tembakau racikan cap Gorilla yang dijual bebas dipasaran diduga mengandung zat penenang yang dapat menimbulkan halusinasi.

Maka daripada itu, Badan Narkotija Nasional (BNN) Kota Depok berencana mengusulkan tembakau cap Gorilla untuk masuk ke dalam kategori barang terlarang karena mengandung zat yang menyerupai narkotika. Hal ini diketahui setelah adanya laporan dari masyarakat akan adanya seseorang yang mabuk setelah mengkonsumsi tembakau cap Gorilla.

Kepala Satuan Narkoba, Polresta Depok, Komisaris Polisi Vivick Tjangkung dalam perihal tersebut mengatakan, pihaknya akan menindak tegas pengedar maupun pemakai tembakau cap Gorilla sesuai dengan hukum yang berlaku jika nanti barang tersebut sudah resmi dimasukkan ke dalam barang terlarang dan sudah berpayung hukum.

Vivick mengaku, pihaknya sudah beberapa kali menemukan tembakau cap Gorilla yang sedang diedarkan secara bebas di sejumlah pasar di wilayah hukumnya. Namun, pihaknya tidak bisa berbuat apa apa karena masih terganjal dengan belum adanya putusan resmi dari pemerintah mengenai peredaran barang tersebut. Maka daripada itu, pihaknya hanya bisa melakukan penyitaan saja tanpa bisa menjerat pengedar dan pengracik tembakau cap Gorilla.

“Jika memang sudah berpayung hukum, maka kami secara otomatis akan melakukan penangkapan para pengedar tembakau cap Gorilla dengan ketentuan dan undang undang yang berlaku. Sampai saat ini, kami masih menunggu putusan dari pemerintah mengenai permasalahan tersebut,” katanya kepada media dilapangan, Senin (12/10/2015).

Dari hasil keterangan Vivick pada saat pihaknya tengah menggelar sejumlah operasi di lapangan bahwa pihaknya pernah sering menemukan akan adanya tembakau cap Gorilla yang kerap kali dijual bersamaan dengan narkoba. Maka daripada itu pihaknya dapat menangkap pengedarnya, namun untuk tembakau cap Gorilla, mereka hanya dapat menyitanya saja, tanpa dapat menjerat pelaku dengan pasal pidana.

“Untuk tembakau cap Gorilla itu sendiri sering kali ditemukan bersamaan dengan barang jenis narkoba yang lainnya. Namun pada saat ditemukan, para pelaku pengedar narkoba hanya dapat dijerat dengan undang undang mengenai narkoba saja, namun untuk peredaran tembakau cap Gorilla ini, kami hanya bisa menyita barangnya saja tanpa dapat menjerat pelaku dengan pasal berlapis,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Hubungan Masyarakat Badan Narkotika Nasional (BNN) Pol Slamet Pribadi mengatakan, saat ini pihaknya telah mengusulkan tembakau cap Gorilla untuk masuk dan dikategorikan sebagai barang mengandung zat sejenis narkoba kepada Kementerian Kesehatan. Dengan adanya payung hukum mengenai peredaran tembakau cap Gorilla, maka para pelaku dan pemasok dapat dijerat hukum.

“Kami telah mengkoordinasikan permasalahan tersebut kepada pihak Kementerian Kesehatan agar temuan kami yaitu tembakau cap Gorilla masuk ke dalam undang undang narkoba, sehingga dapat diakui hukum dan para pelaku bisa dijerat dengan undang undang yang berlaku,” tuturnya.

Ia pun menjelaskan, berdasarkan hasil dari penelitian pihaknya pada beberapa waktu lalu, tembakau cap Gorilla ternyata mengandung zat kimia bernama AB-CHMINACA yang dapat menimbulkan seseorang berkhayal dan berhalusinasi apabila mengkonsumsinya. Zat ini amatlah serupa dengan zat yang ditemukan di narkoba jenis ganja. Selain membuat para pemakai berhalusinasi, zat tersebut juga dapat membuat efek ketagihan kepada para pemakainya.

Maka daripada itu, pihaknya amat sangat berharap untuk dapat segera dibuatkan payung hukumnya agar dapat menindak tegas para pengedar tembakau cap Gorilla. Selain untuk menekan peredaran barang berbahaya, hal tersebut juga dapat menjadi salah satu solusi untuk menyelamatkan bangsa dan generasi penerus dari zat sejenis narkoba yang dapat menurunkan moral dan akal sehat penggunanya.(Izl)

[MuhammadKhotib/HD]

Tags: