Jajanan Sekolah Mengandung Zat Berbahaya di Depok Kerap Kali Ditemukan Petugas

Jajanan Sekolah Mengandung Zat Berbahaya di Depok Kerap Kali Ditemukan Petugas

HarianDepok.com – Berita , Guna menekan peredaran makananan jajanan mengandung zat berbahaya di lingkungan sekolah, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok, menggelar kembali kegiatan rutinitasnya dalam melakukan sidak ke sejumlah sekolah untuk meninjau kualitas dan kelayakan jajanan yang biasa di jajakan di lingkungan sekolah.

Dari hasil tinjauannya kali ini, pihak Dinkes Depok mendapati 13 sampel jenis jajanan yang mengandung bakteri e-coly dan Siklamat dengan takaran diatas ambang normal dari 33 sekolah dasar di kota Depok. Jika bakteri dan zat kimia tersebut masuk ke dalam tubuh manusia, dapat menyebabkan turunnya metabolisme tubuh dan berakibat kepada rusaknya organ dalam.

Kepala Seksi Pengawas Obat dan Makanan Dinas Kesehatan (Dinkes) kota Depok, Sih Mahayanti mengatakan, pihaknya telah menguji 231 sampel yang didapatkan dari hasil tinjauan di lingkungan sekolah dasar di Depok. Dari sampel yang diambil tersebut, 10 sampel dinyatakan positif mengandung bakteri e-coly sedangkan tiga sampel lainnya mengandung pemanis buatan dengan ambang pemakaian diatas normal.

“Dari hasil temuan ini, kami mengharapkan kepada masyarakat khususnya kepada para orangtua agar dapat membimbing putra putrinya untuk lebih berhati hati dan selektif dalam membeli jajanan ataupun makanan di sekolah. Untuk lebih amannya lagi, para orangtua pun juga bisa menyiapkan jajanan hasil kreatif sendiri untuk para putra putrinya pada saat bersekolah,” katanya di Depok, Selasa (13/10/2015).

Ia pun menuturkan bahwa uji jajanan yang saat ini dilakukannya di sejumlah sekolah dasar ini adalah kegiatan yang rutin dilakukan oleh pihaknya setiap tahun. Dan untuk pengujian jajanan di tahun ini, telah dilakukan pada 4 sampeI dengan 21 Mei kemarin dimana pada kegiatan tersebut difokuskan kepada makanan olahan yang mengandung zat kimia berbahaya seperti, boraks, formalin, tawas, siklamat, rodhamin dan zat berbahaya lainnya.

Dirinya menjelaskan bahwa setiap kali pihaknya melakukan tes di lapangan, selalu mendapati pelaku usaha yang masih mencampurkan zat berbahaya di dalam makanan olahannya, mulai dari pengawet, pewarna hingga kepada rasa buatan yang melebihi penggunaan normal. Oleh karena itu, pihaknya mengajak para siswa untuk bersama sama mengawasi dan mewaspadai akan adanya makanan ataupun jajanan yang ada di sekolah.(Izl)

[MuhammadKhotib/HD]

Tags: