Polresta Depok Bentuk Tim Khusus Penanganan Tawuran Pelajar

Polresta Depok Bentuk Tim Khusus Penanganan Tawuran Pelajar

HarianDepok.com – Berita , Guna mengantisipasi akan timbulnya aksi tawuran pelajar yang kerap memakan korban jiwa, Polresta Kota Depok saat ini tengah membentuk satu tim gabungan yang terdiri dari Dinas Pendidikan (Disdi) Kota Depok dan bebebapa instansi terkait lainnya untuk dapat bekerjasama dalam menanggulangi aksi tawuran pelajar yang sangat meresahkan masyarakat.

Kapolresta Depok, Komisaris Besar Polisi Dwiyono mengatakan, aksi tawuran pelajar yang terjadi di wilayah hukumnya pada akhir akhir ini mendapatkan perhatian khusus dari pihaknya yang saat ini telah dibentuk tim khusus untuk menangani hal tersebut dengan mengajak instansi terkait lainnya untuk ikut melakukan pencegahan.

“Maraknya kasus tawuran yang ada di wilayah kota Depok saat ini, menjadi perhatian khusus kami. Oleh sebab itu, langkah yang akan kami ambil untuk mengantispasi hal tersebut yaitu dengan cara melakukan penanggulangan aksi tawuran yang mengajak serta peran instansi pemerintahan seperti Disdik Depok untuk bersama sama mengatasi tawuran pelajar yang sangat meresahkan masyarakat,” tuturnya di Depok, Kamis (15/10/2015).

Dari keterangannya, Dwiyono mengatakan bahwa tim gabungan yang terdiri dari Polresta Depok dan Disdik kota Depok untuk menanggulangi aksi tawuran di kota Depok akan dilakukan secepatnya sebagai salah satu solusi untuk mengatasi kenakalan remaja yang saat ini sudah mencapai di titik mengkhawatirkan.

Dwiyono menuturkan beberapa lokasi yang saat ini sangat rawan untuk dijadikan sebagai tempat tawuran pelajar yang diantaranya terjadi di Simpangan Kodim Pancoran Mas, Jalan Baru, Jalan Merpati, Pasar Mini, Simpangan Depok, Juanda dan Jalan Raya Bogor Cimanggis. Selain rawan untuk terjadi aksi tawuran disejumlah lokasi tersebut juga kerap dijadikan tempat berkumpulnya para pelajar.

“Tim gabungan yang nantinya akan dibentuk, bertugas untuk melakukan tindakan preventif dalam menanggulangi aksi tawuran dengan melakukan patroli bersama ke sejumlah lokasi tawan aksi tawuran. Selain itu, tim juga akan melakukan pembubaran pelajar yang biasa nongkrong bersama usai kegiatan belajar mengajar. Dengan adanya tim gabungan ini, diharapkan dapat mengatasi tawuran,” ungkap Dwiyono.

Berdasarkan data yang dimiliki Polresta Depok mengenai tawuran pelajar di Depok tahun 2014 sampai dengan Oktober 2015 tercatat delapan kasus aksi tawuran yang sudah ditindaklanjuti dan dipidanakan. “Totalnya sudah 67 pelajar dengan usia dibawah umur yang sudah diproses secara hukum sedangkan sisanya sebanyak 210 orang diberi binaan oleh petugas kami,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok, Herry Pansila mengatakan, upaya yang dilakukan pihak Polresta Depok dalam menanggulangi aksi tawuran pelajar yang seringkali memakan korban di kedua belah pihak yang berseteru ini saat ini direspon baik olehnya yang mengaku setuju dengan dibentuknya tim gabungan tersebut.

“Untuk mengawasi dan menekan timbulnya kenakalan remaja khususnya para pelajar yang berpotensi melanggar hukum di sekolah dapat juga dilakukan pembentukkan tim gabungan dari pihak dalam maupun pihak luar. Putusan membentuk tim gabungan ini adalah salah satu upaya yang paling tepat dalam mengatasi aksi tawuran pelajar yang meresahkan masyarakat,” tuturnya.

Dengan dibentuknya tim gabungan untuk mencegah kenakalan remaja khususnya aksi tawuran di kota Depok ini, diharapkannya dapat mengurangi aksi tawuran yang terjadi di kota Depok yang kerap kali menimbulkan kerugian materil dan memakan korban.(Izl)

[AndriIdaman/HD]

Tags:
author

Author: 

"Sesempurna apa pun kopi yang kamu buat, kopi tetap kopi, punya sisi pahit yang tak mungkin kamu sembunyikan.” (Internet Marketers & Publisher)