Distarkim Depok, Berencana Bangun Dua Unit IPAL di Situ Bojong

Distarkim Depok, Berencana Bangun Dua Unit IPAL di Situ Bojong

HarianDepok.com – Berita , Sejumlah setu yang dimiliki oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Depok saat ini, tengah difungsikan kembali keberadaannya sebagai salah satu tempat kantung serapan air kota dengan melakukan kegiatan normalisasi berupa pengangkatan lumpur agar dapat menampung debit air lebih banyak lagi.

Selain itu, kegiatan normalisasi terhadap sejumlah setu yang ada di kota Depok saat ini juga dimaksudkan agar dapat menjadi sumber air untuk memenuhi kebutuhan pohon hijau yang disekitarnya sehingga dapat tumbuh subur dan dapat menghasilkan oksigen yang lebih baik.

Dikala hal tersebut masih dilakukan oleh Pemkot Depok, ternyata banyak sekali warga sekitar Pondok Terong yang tinggal di dekat Situ Bojong membuang limbah domestik ke aliran situ yang mengakibatkan kondisi situ semakin memprihatinkan. Oleh sebab itu, Dinas Tata Ruang dan Pemukiman (Distarkim) kota Depok berencana akan membangun dua Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang akan dibangun di sekitar situ.

Kepala Seksi Perumahan dan Tata Ruang (Distarkim) Kota Depok, Suwandi mengatakan, dengan dibangunnya IPAL di sekitaran situ, maka air kotor yang bercampur limbah domestik akan tersaring dan diolah di dalamnya sehingga air yang keluar dari hasil penyaringan menjadi lebih bersih.

Dari pengakuannya, sampai saat ini pihaknya telah berhasil membangun beberapa IPAL di beberapa tempat untuk dijadikan sarana pengolahan air tinja yang sudah dimulai sejak tahun 2012 yang lalu. Meski demikian, namun sampai saat ini masih banyak masyarakat yang membuang limbah domestiknya ke dalam aliran situ.

“Sampai saat ini, masih belum semua yang membuang limbah domestiknya ke IPAL, jadi kedepannya kami akan membangunkan satu unit tambahan lagi agar limbah domestik tidak langsung masuk ke dalam aliran situ,” tuturnya kepada rekan media ddilapangan Jum’at (02/10/2015).

Menurut keterangan Suwandi, satu unit IPAL dapat menampung limbah domestik sedikitnya 32 KK. Dan untuk dana yang dibutuhkan dalam membangun dua unit IPAL, akan memakan biaya sebanyak 600 juta rupiah. Untuk pelaksanaan pembangunannya, Suwandi mengaku belum mendapatkan informasi yang jelas kapan waktu pengerjaannya.

“Saat ini proses lelang untuk pengerjaan proyek pembangunan dua unit IPAL sudah dimulai dan baru saja keluar SPMK nya. Semoga dalam waktu dekat ini, proses pembangunannya dapat segera dilakukan,” katanya.

Diketahui bahwa, IPAL mempunyai fungsi sebagai salah satu pengolah limbah domestik komunal dengan alur kinerjanya mempunyai beberapa tempat penampung yang pada setiap tempatnya mempunyai tugas menampung kotoran, mengalirkan air sisa, dan tempat pemurnian air dari zat berbahaya yang saling terhubung satu dengan yang lainnya sehingga air limbah yang dibuang sudah terbebas dari bahaya limbah.(Izl)

[AndriIdaman/HD]

Tags:
author

Author: 

"Sesempurna apa pun kopi yang kamu buat, kopi tetap kopi, punya sisi pahit yang tak mungkin kamu sembunyikan.” (Internet Marketers & Publisher)