Pelaku Pembacokan Siswa Pelajar SMAN Sawangan Depok Tertangkap Polisi

Pelaku Pembacokan Siswa Pelajar SMAN Sawangan Depok Tertangkap Polisi

HarianDepok.com – Berita – Sawangan , Peristiwa pembacokan yang melibatkan anak siswa pelajar pada beberapa waktu yang lalu akhirnya dapat terungkap kasusnya oleh pihak kepolisian kota Depok yang pada Sabtu (19/09/2015) kemarin telah menangkap pelaku pembacokan yang menewaskan satu orang pelajar bernama Reza Dewantara asal Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri Sawangan Depok.

Pelaku ditangkap petugas setelah mendapatkan informasi dan hasil dari penyelidikan dilapangan. Pelaku ditangkap bersama dengan satu tersangka lainnya yang diduga ikut melakukan pembacokan tersebut. Menurut informasi yang dihimpun, tersangka yang merupakan siswa SMA Baskara Depok mengaku terjebak oleh aksi tawuran yang dilakukan oleh sekelompok siswa asal SMA Negeri 2 Depok dengan SMK Izzata Arjuna pada waktu itu.

Di dalam perkelahian oleh kedua sekolah tersebut, tersangka mengatakan sempat mendapatkan bacokan dari korban yang pada saat itu tengah melakukan aksi tawurannya dengan menggunakan sebuah senjata tajam berupa celurit. Merasa tidak ada permasalahan antara si korban, pelaku langsung melakukan perlawanan dengan menyerang balik korban hingga tewas ditempat.

Pelaku yang pada saat itu merasa panik, akhirnya kabur dan meninggalkan jasad korban tergeletak di pinggiran jalan. Berkat kesigapan petugas, pelaku akhirnya dapat diringkus dengan cepat tanpa mendapatkan perlawanan yang berarti. Pelaku yang saat ini sudah diamankan petugas dijerat dengan pasal 170 junto 338 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Kapolresta Depok, Komisaris Besar Polisi Dwiyono dalam keterangannya mengenai persitiwa tersebut mengatakan, awal mula kejadian pelaku dengan korban melakukan aksi saling ejek yang kemudian berujung kepada pertarungan. Hal Inilah yang mengakibatkan Reza menjadi korban dari aksi keributan tersebut.

“Kebanyakan aksi tawuran yang terjadi lebih disebabkan oleh adanya paksaan dari pihak alumni yang seringkali memaksa mereka untuk melakukan tawuran yang berujung kepada perselisihan diantara sekolah sekolah. Saat ini, kami sudah melakukan beberapa kegiatan pengawasan terhadap para pelajar dengan mengerahkan beberapa petugas untuk berpatroli dan membubarkan kumpulan pelajar yang sering berkumpul disaat usai jam pelajaran,” katanya, Kamis (24/09/2015).

Dari hasil kegiatan pengawasan tersebut sedikitnya telah dapat mengurangi intensitas peristiwa aksi tawuran di kota Depok. Dwiyono berjanji akan segera melakukan tindakan preventif dalam menangani kenakalan remaja yang saat ini masih terjadi.

Di lain pihak, Ade Wijaya ayah dari Reza yang ditemui oleh rekan media di rumahnya mengatakan hal yang berbeda bahwa anaknya yang pada saat kejadian bukannya ingin melakukan aksi tawuran, tapi hanya sekedar lewat saja dan ingin mengantarkan temannya untuk pulang usai melakukan kegiatan belajar kelompok.

“Anak saya bukannya ingin melakukan aksi tawuran. Anak saya hanyalah korban dari peristiwa tersebut yang pada saat kejadian hanya sekedar numpang lewat untuk pulang,” tuturnya.

Dirinya meminta kepada pihak yang berwajib untuk dapat menghukum para pelaku yang telah menghilangkan nyawa anak kesayangannya dengan seberat beratnya sehingga peristiwa ini tidak terulang dan memakan korban kembali.(Izl)

[MuhammadKhotib/HD]

Tags: