Warga Kota Depok Dilanda Kekeringan

Warga Kota Depok Dilanda Kekeringan

HarianDepok.com – Berita , Musim kemarau yang berkepanjangan saat ini terjadi mengakibatkan sejumlah pemukiman di wilayah kota Depok mengalami kekeringan. Hal ini sangat dirasakan dampaknya yang berpengaruh kepada kurangnya asupan kebutuhan air untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari hari warga sekitar.

Untuk memenuhi kebutuhannya, masyarakat bahkan rela untuk menggunakan air kali untuk digunakan mencuci pakaian dan beberapa aktivitas lainnya. Salah satu pemukiman yang sudah melakukan hal tersebut adalah warga di kampung Meruyung, Depok dimana sebagian besar warganya kerap menggunakan air kali Pesanggrahan sebagai alernatif air sumur yang beberapa minggu ini sudah mulai mengering.

Ketua Rukun Warga (RW) Kelurahan Meruyung, Kecamatan Depok, Depok, Jawa Barat, Naimun dalam penjelasannya menenai musibah kekeringan di lingkungannya mengatakan, musim kemarau yang berkepanjangan saat ini sangat terasa sekali dampaknya yang mengakibatkan kerinngnya sejumlah sumur milik warga sehingga dengan sangat terpaksa harus rela menggunakan air kali untuk digunakan mencuci pakaian.

“Beberapa minggu ini, sejumlah sumur milik warga sudah mengalami kekeringan. Imbasnya banyak warga yang menggunakan air kali untuk digunakan sebagai media mencuci pakaian. Kalau untuk masak dan minum, kebanyakan warga disini masih alhamdulillah masih menggunakan air bersih dari sumur warga yang belum kering,” tuturnya kepada rekan media di Depok, Sabtu (26/09/2015).

Naimun mengatakan, saat ini 20 sumur milik warga di daerahnya sudah berada di dalam kondisi kekeringan. Inilah yang mengakibatkan banyak warganya yang rata rata masih berpenghasilan rendah menggunakan air kali Pesanggrahan yang keruh dan agak berbau untuk mencuci pakaian.

Untuk mendapatkan air bersih di lingkungannya, warga sekitar Meruyung masih mengandalkan air sumur sebagai sumber airnya, ini dikarenakan fasilitas untuk menggunakan PDAM belum ada. Hal inilah yang menjadi salah satu faktor sulitnya warga Meruyung untuk mendapatkan air bersih.

“Kebanyakan warga yang berpenghasilan pas pasan hanya mampu menbeli air untuk keperluan minum dan memasak saja, lain hal dengan beberapa warga yang berkecukupan yang dapat membeli air bersih untuk keperluan mencuci, mandi dan masak,” katanya.

Naimun juga mengatakan, peristiwa kekeringan yang melanda lingkungannya saat ini akan segera dilaporkan ke pihak Kelurahan dan Kecamatan untuk meminta bantuan dan solusi untuk menyelesaikan peristiwa kekeringan secepat mungkin agar masyarakat tidak kesulitan lagi mendapatkan air bersih di musim kemarau panjang saat ini.(Izl)

[MuhammadKhotib/HD]

Rate this article!
Tags: