Pengusaha Makanan Olahan Kecil di Depok Diharuskan Memiliki SPP-IRT

Pengusaha Makanan Olahan Kecil di Depok Diharuskan Memiliki SPP-IRT

HarianDepok.com – Berita , Banyaknya makanan yang mengandung bahan kimia berbahaya dijual bebas tanpa diketahui oleh para konsumennya saat ini mendapatkan tindakan tegas dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok yang pada beberapa waktu lalu melakukan pengawasan dan penindakan terhadap para pedagang yang dengan sengaja mencampurkan zat kimia tak layak konsumsi.

Meski telah ditindak dan dilakukan tinjauan mendadak, masih saja banyak ditemukan makan yang mengandung bahan kimia berbahaya dijual di pasaran. Untuk mengantisipasi hal tersebut saat ini para pengusaha produk makanan olahan yang berskala kecil dan menengah, diwajibkan untuk memiliki Sertifikat Produk Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT).

Kepala Seksi POM Dinas Kesehatan Kota Depok, Sih Mahayanti dalam keterangannya mengenai perihal tersebut mengatakan bahwa, dengan diadakannya kepemilikan SPP-IRT bagi industri makanan olahan berskala kecil dimaksudkan agar para produsen dapat diawasi dalam mengolah makanannya sehingga dapat dinyatakan layak konsumsi.

Dalam teknis pelaksanaannya, Sih menjelaskan bahwa seluruh produsen makanan olahan yang telah terdaftar, akan mendapatkan nomor resmi SPP-IRT yang akan dicantumkan langsung di kemasan produk mereka sebagai bukti jaminan dari pemerintah bahwa makanan olahan yang ditawarkan telah lulus uji layak konsumsi.

“Dengan diadakannya regulasi yang mengatur makanan olahan untuk industri skala kecil dan menengah ini, diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap produk yang ditawarkan sehingga dapat meningkatkan animo dan menekan keresahan masyarakat terhadap maraknya makanan olahan mengandung zat kimia berbahaya. Selain itu juga dimaksudkan agar dapat meningkatkan pendapatan usaha kecil dan menengah di Depok,” tuturnya, Kamis (17/09/2015).

Menurut penjelasannya, untuk mendapatkan lisensi tersebut, para pengusaha harus melakukan serangkaian kegiatan pelatihan dan pengujian dari pihaknya yang meliputi, keamanan pangan, teknologi produksi olahan pangan dan kontaminasi produk olahan pangan. Selain daripada itu, hasil daripada produksi pun akan diuji kelayakannya oleh Dinas Kesehatan sebagai upayanya menekan peredaran makanan olahan berbahan zat kimia berbahaya.

“Setelah mereka mengikuti beberapa serangkaian kegiatan pelatihan dan pengawasan dari pihak kami, mereka baru akan mendapatkan sertifikat sebagai salah satu syarat untuk dapat mengajukan pembuatan SPP-IRT. Ketika mereka sudah mendapatkan SPP-IRT, mereka akan mendapatkan nomor yang harus dicantumkan di kemasan produk sebagai bukti bahwa hasil olahan mereka sudah mendapatkan uji kelayakan dari Dinas Kesehatan,” tambahnya.

Selain memperhatikan cara memproduksi makanan olahan, Dinas Kesehatan Kota Depok pun juga akan melakukan beberapa penilaian mengenai sarana dan prasarana dalam mengolah makanan para UKM. Jika tidak memenuhi syarat yang telah ditetapkannya, maka pihak Dinkes Depok berhak untuk menolak pengajuan para UKM dalam mendapatkan lisensi kelayakan.

Dengan diterbitkannya aturan mengenai perihal tersebut, diharapkannya masyarakat kota Depok dapat terhindar dari makanan berbahan zat kimia berbahaya sehingga dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat dalam membeli dan mengkonsumsi makanan.(Izl)

[NurMungil/HD]

Tags:
author

Author: