Di Kota Depok Jumlah Penyandang Buta Aksara Mencapai 576 Jiwa

Di Kota Depok Jumlah Penyandang Buta Aksara Mencapai 576 Jiwa

HarianDepok.com – Berita , Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok pada beberapa waktu lalu telah menyatakan bahwa di sejumlah lokasi di wilayah kota Depok masih terindikasikan buta aksara. Hal ini terjadi dikarenakan masih banyak warga yang putus sekolah yang diketahui rata rata yang mengalami hal tersebut lebih banyak warga pendatang dari berbagai kota yang tinggal di kota Depok.

Menurut data yang dimiliki oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok, tahun 2014 jumlah penyandang buta aksara mencapai 551 orang. Dan di pertengahan tahun 2015 ini, jumlah tersebut bertambah semakin tinggi menjadi 576 orang yang tersebar di sebelas Kecamatan yang ada di wilayah kota Depok.

Kepala Bidang PNFI Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok, Dadang Supriatna mengatakan, bahwa saat ini di kota Depok para penyandang buta aksara tersebar di sebelas Kecamatan yang diantaranya banyak terdapat di Kecamatan Bojongsari, Cipayung, Tapos dan Kecamatan Sawangan. “Di situ kan banyak pendatang dari kota lain yang perekonomian serta profesinya tidak menentu, ada yang jadi pedagang, pembantu,” ungkapnya kepada rekan media dilapangan beberapa waktu lalu.

Dari penjelasannya, buta aksara yang saat ini masih terdapat di wilayah kota Depok lebih banyak diderita oleh para pendatang dari kota lain yang dimana diketahui masih berstatus lemah ekonomi. Selain daripada itu, kebanyakan mereka juga tidak memiliki pekerjaan dan tempat tinggal yang tetap. “Untuk warga asli Depok hanya beberapa persennya saja. Namun yang banyak ini ya dari warga pendatang,” tuturnya.

Maka daripada itu, pihaknya telah melakukan salah satu program untuk mengentaskan buta aksara yang masih ada di wilayah kota Depok dengan membuka pelatihan dan pembelajaran untuk warga yang buta aksara yang sudah dilakukannya sejak tahun 2014 lalu. Di tiap tahunnya, ada sekitar 500 orang penyandang buta aksata yang ditempatkan di beberapa tempat pembelajaran yang ditunjuk oleh pemerintah.

“Untuk persentase jumlah peserta yang mendaftar grafiknya agak menurun beda halnya pada saat di tahun 2014 lalu yang jumlahnya sempat melebihi dari kuota yang elah disediakan. Namun, di tahun 2015 ini, jumlah yang mendaftar masih terbilang sedikit dan belum memenuhi kuota yang ada,” pungkasnya.

Dengan adanya program yang diadakan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Depok ini, diharapkan kedepannya bisa mampu untuk dapat mengentaskan buta aksara yang masih ada di kota Depok sehingga pada beberapa tahun kedepan, buta aksara sudah tidak ada lagi baik orang pendatang maupun warga asli kota Depok.(Izl)

[AndriIdaman/HD]

Tags:
author

Author: 

"Sesempurna apa pun kopi yang kamu buat, kopi tetap kopi, punya sisi pahit yang tak mungkin kamu sembunyikan.” (Internet Marketers & Publisher)