Badai Pasir Hebat Diduga Penyebab Masjidil Haram Tertimpa Crane Yang Roboh

Badai Pasir Hebat Diduga Penyebab Masjidil Haram Tertimpa Crane Yang Roboh

HarianDepok.com – Berita – Nasional , Kota Mekkah beberapa waktu lalu telah dilanda badai pasir yang hebat sampai mengakibatkan sebuah alat derek konstruksi atau crane untuk pembangunan, ambruk di Masjidil Haram, Mekkah, Arab Saudi, pada Jumat (11/09/2015), dan menyebabkan sejumlah jemaah luka-luka hingga ada yang meninggal dunia. Badai pasir memang sebuah fenomena yang sering terjadi di daerah gurun, tetapi waktu terjadinya badai ini tidak pernah bisa dipastikan dalam periode tertentu.

Harry Tirto Djatmiko selaku Kepala Sub-Bidang Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, di Jakarta, Sabtu (12/09/2015) menjelaskan, badai dapat terjadi jika ada perbedaan signifikan pada kecepatan angin, suhu, dan tekanan. Bila perubahan terjadi di tiga komponen dan saling bersinergi maka badai pasir dipastikan akan terjadi. Secara signifikan perubahan angin ini memang biasa berpengaruh terhadap penurunan suhu setempat.

Pakar Meterologi Brandon Miller sudah mengamati jika suhu di Mekkah sudah menurun secara drastis. “Angin dengan kecepatan yang kencang ini menyebabkan suhu setempat turun 42-25 derajat Celcius,” pungkasnya.  Angin yang mengubah suhu menjadi rendah ini lah yang kemudian berpotensi memunculkan hujan di Mekkah. Perubahan suhu yang menjadi cukup dingin, kontras dengan situasi Arab yang kering, maka dari itu berpotensi melahirkan hujan lebat yang disertai angin sampai hujan es.

Harry mengungkapkan jika dua hari sebelum crane jatuh, badai pasir sudah terjadi di Mekkah. Yang menarik, menurut Harry waktu turunnya hujan dan angin itu terbilang sangat cepat.  “Memang kondisinya mirip dengan badai tornado, datang dengan kondisi perubahan-perubahan tertentu dan berlangsung cepat, beda dengan kondisi hujan di Indonesia,” ujarnya.

seperti yang diketahui, waktu datangnya hujan dan angin memang terbilang sangat cepat. Langit gelap menyelimuti Mekkah mulai terlihat sejak pukul 17.00 waktu setempat, selang dua puluh lima menit hujan turun disertai es, tetapi lima belas menit usai peristiwa hujan dan crane yang jatuh, hujan ikut mereda dan evakuasi terhadap para korban[pun  bisa langsung dilakukan.

Berdasarkan informasi yang di dapat, waktu datangnya badai hebat yaitu pukul 17.00 waktu setempat kemudian crane jatuh pada pukul 17.25. Sejauh ini diketahui terdapat sebanyak 238 orang luka-luka dan 107 orang meninggal dunia. Diketahui 31 jemaah dari Indonesia menjadi korban luka-luka, dan dua meninggal dunia yaitu Masnauli Sijuadil Hasibuan dari Kloter 09/MES dan Siti Rasti Darmini dari Kloter 23/JKS.

[ TaufikHidayat/HD ]

Tags:
author

Author: 

Writer and Author In HarianDepok