Sepakbola Depok Butuh Pembinaan Hingga Muaranya

Pembinaan sepakbola masih jadi masalah, tak terkecuali di Depok. Para pelaku sepakbola di Depok seakan tak tau mau dibawa ke mana anak didik mereka.

Pesepakbolaan di Depok memang sedang berusaha bangkit kembali. setelah lama tak terdengar gaungnya, kini Persikad mulai kembali berkiprah di Divisi Utama ISL.

Pengawas Pertandingan tingkat Nasional, Ismail mengatakan, para klub yang membina bibit-bibit muda di Depok bingung harus dibawa ke mana anak didiknya nanti.

“Sepakbola masih berjalan di tingkat kelurahan dan kecamatan, sayangnya di muaranya tidak jelas,” katanya saat ditemui depoklikcom, Jumat (18/1).

Dia merasakan ada semacam kemunduran dari sisi kualitas manajemen persepakbolaan di Depok semenjak pergantian wali kota.

Era kepemimpinan dahulu, katanya, dari pemain, official sepakbola, sangat diperhatikan baik fasilitas, sarana, dan prasarana. Sampai-sampai utusan daerah yang mendapat tugas pun mendapat perlakukan baik.

“Sekarang boro-boro, waktu putaran divisi 1 di Depok, jangankan di jemput, makan saja susah. Itu fakta,” tambahnya.

Sebagai anggota Komisi Wasit, PSSI Kota Depok, ia berharap agar Depok dapat mengadakan pelatihan wasit dan pengawas pertandingan (PP) lagi.

“Dulu terakhir Februari 2005, kursus wasit C3 di Depok dengan peserta 25 orang. Sekarang belum ada lagi. Mudah-mudahan kita mempunyai SDM lagi yang baik, bisa mengirimkan calon-calon wasit dan PP lagi,” harapnya

Menanggapi Persikad yang berlaga di Divisi Utama, Ismail pun angkat bicara. Dulu, Persikad pernah berjaya dan berbicara dikancah sepakbola tanah air. “Mudah-mudahan bisa mencapai target, minimal bisa bertahan di kompetisi itu,” harapnya.

Ricky Juliansyah

author

Author: 

"Sesempurna apa pun kopi yang kamu buat, kopi tetap kopi, punya sisi pahit yang tak mungkin kamu sembunyikan.” (Internet Marketers & Publisher)