Program e-KTP di Kota Depok Stop Beroperasi

Program e-KTP di Kota Depok Stop Beroperasi

HarianDepok.com – Berita , Kota Depok yang pada beberapa waktu lalu sempat dijadikan kota untuk dijadikan pilot project dalam menjalankan pembuatan dan perekaman data E-KTP mandiri di seluruh Indonesia ini saat ini programnya berjalan tersendat sendat sehingga terpaksa harus dihentikan sementara waktu. Pasalnya, hingga sampai saat ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok masih belum mendapatkan kiriman blanko E-KTP dari Kemendagri.

Selain belum masih belum mendapatkannya E blanko dari Kemendagri, penyebab lain dihentikannya kegiatan e-KTP mandiri di Depok juga disebabkan oleh rusaknya jaringan database antara Kemendagri dengan Pemkot Depok. Hal inilah yang menjadi sejumlah masalah sehingga e-KTP di wilayah Kota Depok tidak bisa dilanjutkan hingga 100 persen.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Diadukcapil) Kota Depok, Misbahul Munir dalam keterangannya mengenai perihal tersebut mengatakan, bahwa terhambatnya proyek percontohan e-KTP secara mandiri ini memang lebih disebabkan oleh kedua permasalahan tersebut. Dan sampai saat ini, e-Blanko yang tersisa sudah terpakai semua pada beberapa bulan kemarin.

“Selama bulan Agustus blanko untuk mencetak e-KTP sudah habis dan kiriman tambahannya pun masih kami tunggu. Namun, pada bulan September ini pengiriman blanko akan segera dikirimkan dengan bertahap,” tuturnya di Depok, Kamis (03/09/2015).

Meski blanko dikabarkan akan segera dikirimkan secara bertahap, namun dirinya mengaku belum bisa melakukan pencetakan e-KTP. Ini dikarenakan oleh rusaknya jaringan yang menghubungkan antara Pemerintah Lota (Pemkot) Depok dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sehingga pencetakannya harus tertunda sementara waktu.

“Untuk pencetakan e-KTP masih belum dapat kami lakukan karena jaringan penghubung antara kami dengan pihak Kemendagri bermasalah sehingga saat ini, kami hanya bisa melakukan perekaman data saja,” katanya.

Saat dikonfirmasi mengenai kapan kegiatan pencetakan bisa dilakukan, Misbahul mengatakan bahwa dirinya masih belum dapat memastikan sampai kapan pencetakannya tertunda. Namun yang jelas dirinya mengatakan jika kedua permasalahan tersebut sudah selesai maka proses pencetakan dan pendataan akan dapat berjalan kembali seperti biasa.

“Yang jelas jika jaringan sudah kembali normal dan blanko juga sudah kami terima, proses kegiatan e-KTP akan kembali seperti biasa,” terangnya.

Seperti yang diketahui bahwa kota Depok pada beberapa waktu lalu ditunjuk oleh Pemerintah Pusat untuk menjalankan pembuatan e-KTP secara mandiri di tingkat Kelurahannya yang nantinya akan digalakkan dan diterapkan di seluruh kota se Indonesia. Namun akibat dari kurangnya persiapan dari instansi terkait mengakibatkan kegiatan tersebut dianggap tidak mencapai maksimal.(Izl)

[MuhammadKhotib/HD]

Tags: