Tahun 2016, Buruh Tuntut Upah Naik 22%

Tahun 2016, Buruh Tuntut Upah Naik 22%

HarianDepok.com – Bisnis , Pada demo buruh yang digelar pada Selasa (01/09/2015) kemarin, pemerintah diminta untuk menaikkan upah minimum 2016 sebesar 22 persen oleh massa buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) . Presiden KSPI Said Iqbal mengungkapkan, kenaikan upah sebesar ini dinilai sangat ideal untuk mengembalikan daya beli masyarakat yang selama ini mengalami penurunan.

“Selama ini daya beli masyarakat kita, termasuk buruh mengalami penurunan. Untuk mengembalikannya, yaitu dengan menaikan upah minimum sebesar 22 persen di 2016,” jelasnya di Jakarta, Rabu (02/09/2015). Menurutnya, dengan menaikan upah minimum pada tahun depan maka juga akan berdampak baik pada pertumbuhan ekonomi.

Sebab, konsumsi masyarakat menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi. “Jika daya beli terpukul, maka konsumsi rendah dan pertumbuhan ekonomi akan turun lagi. Selama ini pertumbuhan ekonomi yang ditopang oleh sektor konsumsi kita yang besar,” ujarnya. Iqbal melanjutkan, salah satu cara supaya perhitungan upah minimum bisa naik sebesar 22 persen,-

maka pemerintah harus menambah item komponen kebutuhan hidup layak (KHL) dari yang sebelumnya hanya 60 item menjadi 84 item. “Kita akan tetap memperjuangkan KHL menjadi 84 item, atau setidaknya mendekati 84 item,” ungkapnya. Walau demikian, Iqbal mengatakan bahwa besaran kenaikan tersebut masih dapat dikompromikan.

Bila konsidi ekonomi Indonesia semakin memburuk, buruh bersedia untuk menurunkan besaran tuntutan kenaikan upah minimum pada kisaran 20 persen. “Tetapi kita akan merevisi tuntutan kita bila situasi tidak semakin membaik. Kalau dolar bisa Rp 13 ribu ke bawah, tuntutan kami tetap. Namun jika dolar Amerika Serikat (AS) menguat rupiah ambruk, maka tidak bisa dipaksakan, karena juga menyangkut dunia usaha. Mungkin bisa pada kisaran 20 persen,” pungkasnya.

[ MuhammadKhotib/HD ]

Tags: