Badrodin Haiti Minta Agar Bentrok TNI-Polri Diselesaikan Hingga Tuntas

Badrodin Haiti Minta Agar Bentrok TNI-Polri Diselesaikan Hingga Tuntas

HarianDepok.com – Berita – Nasional , Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti, mengungkapkan bahwa konflik yang kerap terjadi antara Polri-TNI harus segera diselesaikan hingga tuntas dan mengatakan sudah memeriksa beberapa saksi dalam kasus tersebut. “Bila ada kejadian maka proses penyelesaian harus dilakukan sampai tuntas, dan harus diungkap kejadian yang sebenarnya,” ujar Badrodin Haiti dalam kunjungan kerja ke kantor Kepolisian Daerah Sumatera Barat (Sumbar) di  Padang, Senin (31/08/2015) malam.

Menurut dia, polisi sudah mulai memperoses peristiwa di Sirkuit Permanen Sport Center, Jalan Stadion Kelurahan Pekkabata, Polewali Mandar, Sulawesi Barat (Sulbar), dengan memanggil beberapa saksi. “Sudah ada saksi yang kami periksa, tapi jumlah pasti dan nama-namanya saya kurang ingat. Tapi saksi sudah diperiksa,” ucapnya. Badrodin mengimbau agar semua pihak bisa menahan diri dan tidak terprovokasi. “Peristiwa itu tengah ditangani secara hukum,” ungkapnya.

Seperti yang diketahui, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 14.00 WITA ketika anggota Kodim 1401/Majene Praka Laksmono berkelahi dengan seorang anggota Patroli Motor Polres Polman bernama Bribda Ambo Siki. Kala itu, Rusmono yang sedang menonton balapan dengan anggota kru MMS racing Team Majene, didatangi oleh sejumlah anggota Patroli Motor dan diminta untuk tidak menonton di atas lintasan balapan.

Seorang rekan Praka Laksmono yang juga merupakan anggota team kru MMS racing Team Majene, terkena tongkat polisi hingga nyaris terjatuh ke parit. Laksmono kemudian tidak terima perlakuan ini dan menghampiri anggota patroli motor tersebut hingga terjadi perdebatan. Anggota patroli motor lainnya yang melihat peristiwa tersebut tidak terima, dan kemudian mengeroyok Laksmono.

Setelah kejadian sekitar pukul 14.30 WITA, Kapolres Polman AKBP Agoeng Adi Koerniawan tiba di lokasi kejadian dan mendamaikan kedua belah pihak dengan disaksikan oleh Pasi Ops Kodim 1402/Polmas, Kapten Infantri Martani. Akhirnya Kedua belah pihak saling memaafkan, tapi sekitar satu setengah jam kemudian, tiba-tiba terjadi sebuah penembakan yang menewaskan salah seorang anggota Kompi senapan B Yonif 721/ Makassar, Prada Yuliadi, hingga tewas.

[ TaufikHidayat/HD ]

Tags:
author

Author: 

Writer and Author In HarianDepok