Polresta Depok Terjunkan Intelnya Untuk Awasi Penimbunan Sembako

Polresta Depok Terjunkan Intelnya Untuk Awasi Penimbunan Sembako

HarianDepok.com – Berita , Dalam rangka meningkatkan kesejahteraan dan menjaga kebutuhan masyarakat Kota Depok, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dengan pihak kepolisian Kota Depok terus melakukan kegiatan mengenai pengawasan terhadap bahan pangan kebutuhan pokok di sejumlah pasar tradisional dan pasar modern yang ada di wilayah kota Depok.

Kepala Kepolisian Resor Kota (Polresta) Depok, Komisaris Besar Dwiyono mengatakan, bahwa di wilayah kota Depok dipastikan tidak ada penimbunan bahan pangan primer. Untuk memastikan hal tersebut, dirinya mengaku telah menginstruksikan kepada sejumlah anggotanya dari satuan intel untuk terjun kepalangan memantau keadaan di pasar pasar.

“Saya sudah menginstruksikan kepada beberapa anggota kami dari satuan intel kepolisian kota Depok untuk terjun langsung kelapangan guna memantau perkembangan stok bahan pangan di beberapa pasar. Hingga sampai saat ini, saya belum mendapatkan laporan mengenai adanya penimbunan bahan pangan,” tuturnya di Depok, Sabtu (29/08/2015).

Selain daripada itu, dirinya pun juga telah menginstruksikan kepada setiap Kepolisian Sektor yang ada di seluruh wilayah kota Depok untuk menerjunkan Badan Pembinaan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Babinkamtibmas) untuk selalu memantau perkembangan stok bahan pangan di lingkungannya. Namun, hingga kini dirinya mengaku belum mendapatkan laporan akan adanya kelangkaan pangan di wilayahnya.

“Untuk mencegah terjadinya penimbunan stok pangan di seluruh wilayah kota Depok, kami telah menginstruksikan kepada seluruh jajaran kami hingga ke seluruh Polsek yang ada untuk menerjunkan anggotanya dalam mengawasi  adanya praktek penimbunan bahan pangan di kota Depok. Namun, sampai dengan detik ini, kami masih belum mendapatkan laporan mengenai perihal tersebut. Kami akan terus memantau perkembangan dilapangannya sesuai dengan perintah Kapolri,” tegasnya.

Menurut pengakuannya, di wilayah kota Depok masih belum ada indikasi tentang penimbunan kebutuhan pokok, namun memang pernah terjadi adanya kasus pengoplosan gas elpiji bersubsidi yang akhirnya para pelaku berikut pemilik usaha tersebut langsung ditangkap petugas. Selain daripada itu pihaknya juga pernah membongkar kasus bahan pangan berupa tahu berformalin yang juga diamankan oleh petugas.

“Dalam mengawasi stok bahan pangan di wilayah kota Depok kami akan selalu menjadikan target utama. Saat ini pun kami turut menggandeng pemerintah Depok untuk bersama sama melakukan pengawasan stok bahan pangan di seluruh wilayah kota Depok untuk mencegah terjadinya penimbunan,” katanya.

Dirinya pun menuturkan bahwa para pelaku penimbun bahan pangan akan dijatuhi hukuman tegas dengan mengacu kepada pasal 133 Undang Undang No 18 Tahun 2012 dengan maksimal kurungan hingga tujuh tahun atau denda sebesar 100 miliar rupiah. Selain itu, pelaku juga dapat dijerat dengan Pasal 104 Undang Undang No 7 Tahun 2014 yang mengenai perniagaan dengan acaman kurungan maksimal lima tahun atau denda paking banyak sebeaar 50 miliar rupiah.(Izl)

[AndriIdaman/HD]

Tags:
author

Author: 

"Sesempurna apa pun kopi yang kamu buat, kopi tetap kopi, punya sisi pahit yang tak mungkin kamu sembunyikan.” (Internet Marketers & Publisher)