Tiga Parpol Gugat KPU Depok Perihal Sengketa Pilkada Depok

Tiga Parpol Gugat KPU Depok Perihal Sengketa Pilkada Depok

HarianDepok.com – Berita – Pilkada Depok 2015 , Kasus sengketa Pilkada Depok yang saat ini terjadi, semakin kian panas. Pasalnya, tiga Partai Politik (Parpol) yang tidak termasuk parpol pendukung kedua pasangan yang telah ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Depok yang akan berlaga di Pilkada Depok nanti, mengajukan gugatan perkara sengketa pasangan ke Bawaslu Provinsi Jawa Barat.

Diketahui tiga Parpol yang maju untuk mengajukan gugatan tersebut diantaranya adalah, PPP, Hanura dan Partai Golkar. Ketiga Parpol tersebut menggugat keputusan KPU Kota Depok yang telah menetapkan dua pasang Calon Wali dan Wakil Walikota (Cawalkot) Depok di Pilkada Depok melalui rapat pada beberapa waktu lalu.

Gugatan yang dilayangkan ke Bawaslu tersebut, telah masuk pada Kamis (27/08/2015) kemarin dengan laporan mengenai dugaan adanya kecurangan oleh KPU Depok yang mengabaikan rekomendasi Panwaslu Kota Depok tentang adanya pembatalan terhadap pasangan Cawalkot Dimas Oky Nugroho-Babai Suhaemi yang dilaporkan adanya tandatangan palsu di dalam berkas pendaftaran mereka.

Seperti yang diketahui bahwa, pasangan Cawalkot Dimas Oky Nugroho-Babai Suhaemi adalah pasangan Cawalkot yang diusung oleh PDIP, PKB dan Partai Nasional Demokrat (Nasdem).

Kuasa Hukum ketiga Parpol penggugat, Iwan Sugianto dalam keterangannya mengenai permasalahan tersebut mengatakan, bahwa dirinya selaku yang dikuasakan oleh ketiga partai tersebut akan menggugat dengan dasar Pasal 8 Undang Undang Pemilu Baru yang mengenai sengketa administrasi Pilkada. “Sesuai dengan aturan hukum dan ketetapan yang berlaku, kasus ini harus diputuskan Bawaslu paling lambat 12 hari,” terangnya, Sabtu (29/08/2015).

Menurutnya, bahwa ketiga Parpol yang bukan pengusung kedua pasangan Cawalkot yang telah ditetapkan oleh KPU Kota Depok dalam Pilkada Depok nanti sangat berharap pengajuan gugatan mereka dapat diterima sehingga KPU Kota Depok akan mengulang kembali pendaftaran pasangan Cawalkot untuk bertarung di Pilkada Depok Desember 2015 mendatang.

“Kami sangat mengharapkan gugatan kami diterima dan disetujui sehingga KPU Kota Depok bisa membuka kembali proses pendaftaran pasangan Cawalkot untuk kembali bertarung di Pilkada Depok nanti,” katanya.

Dari pengajuan gugatan yang dilayangkan kepada Bawaslu Provinsi Jawa Barat tersebut diketahui diajukan dengan melampirkan bukti rekomendasi yang diberikan oleh Panwaslu Kota Depok yang menyatakan adanya dugaan pemalsuan tandatangan Sekretaris DPC PDIP Kota Depok.

“Bukti yang kami lampirkan di dalam laporan gugatan tersebut kami anggap sudah lebih daripada cukup untuk membuat diulangnya pendaftaran pasangan Cawalkot Depok,” tuturnya.

Sementara itu, Sekretaris Partai Hanura Depok, Yoyo mengatakan banyak hal yang diabaikan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Depok dalam menetapkan pasangan Cawalkot untuk Pilkada Depok 2015 . Oleh sebab itu, pihaknya tidak menentukan dukungannya ke dua pasangan Cawalkot yang sudah ditetapkan oleh KPU Depok karena dianggapnya sarat akan kejanggalan.

“Banyak sekali peristiwa yang menurut saya sangat rentan diabaikan oleh KPU Kota Depok. Salah satunya adalah dugaan tanda tangan palsu yang terjadi di pendaftaran salah satu Cawalkot hingga kepada pelaporan mengenai ijazah palsu. Untuk itu, kami sangat mengharapkan Bawaslu kota Depok untuk mengulang kembali penetapan dan pendaftaran pasangan Cawalkot Depok,” katanya.(Izl)

[AndriIdaman/HD]

Tags:
author

Author: 

"Sesempurna apa pun kopi yang kamu buat, kopi tetap kopi, punya sisi pahit yang tak mungkin kamu sembunyikan.” (Internet Marketers & Publisher)