Tim Gabungan Depok Razia WNA di Sejumlah Apartemen dan Rumah Kontrakan

Tim Gabungan Depok Razia WNA di Sejumlah Apartemen dan Rumah Kontrakan

HarianDepok.com – Berita , Upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dalam mengatasi adanya Warga Negara Asing (WNA) gelap beberapa waktu yang lalu terlihat tengah melakukan kegiatan berupa operasi ke sejumlah wilayah yang dianggap sebagai tempat berkumpulnya WNA gelap.

Tim gabungan yang terdiri dari Kantor Imigrasi Kota Depok, Kejari, Disdukcapil, Disteknakersos, Polresta Depok, Kodim 0508, Disdik Kota Depok dan BNN langsung diterjunkan ke lapangan untuk melakukan kegiatan tersebut. Tempat tempat yang menjadi target tim gabungan diantaranya adalah rumah kontrakan dan sejumlah apartemen.

Dari hasil operasi yang digelar di Jalan Margonda Raya dan di Beji, Depok pada Rabu (26/08/2015) kemarin, petugas berhasil mengamankan 12 orang WNA yang langsung digiring ke kantor Imigrasi kota Depok. Mereka ditangkap karena diduga tidak dapat menunjukkan kelengkapan surat tinggalnya di Indonesia.

Kepala Imigrasi Kota Depok, Dudi Iskandar dalam keterangannya mengenai operasi yang dilakukannya beserta tim gabungan yang lainnya ini mengatakan, sebanyak lima orang yang berasal dari Korea Selatan, satu orang asal Turki, satu orang asal Jepang dan lima orang asal Afghanistan.

“Mereka yang tidak bisa menunjukkan identitas resminya secara lengkap langsung kami amankan dan kami bawa ke kantor untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” tuturnya di Depok,  Kamis (27/08/2015).

Dalam penjelasannya, dari pelaksanaan razia tersebut, petugas betugas mengecek kelengkapan surat izin tinggalnya seperti paspor, visa dan dokumen yang lainnya. Dari kegiatan tersebut ada juga WNA yang ditemukan petugas telah berstatus suami istri dan tercatat sebagai pengungsi UNCHR.

“Saat ini kami sangat mengharapkan adanya kerjasama dari pihak pemilik hunian untuk melaporkan keberadaan WNA. Untuk lebih mempermudah pemilik dalam melakukan laporannya kepada kami, mereka akan diberikan satu aplikasi data orang asing yang dimana pada aplikasi tersebut langsung terintegrasi kepada kami. Jadi secara tidak langsung para pemilik diberikan tanggungjawab,” tuturnya.

Selain diperiksa kelengkapan dokumen tinggalnya, para WNA juga di test urine oleh petugas dari Kepolisian kota Depok dan BNN untuk diketahui apakah para WNA memakai narkoba atau tidak. ” selain memeriksa kelengkapan surat, kami juga melakukan test urine ke sejumlah WNA. Untuk hasilnya akan kita ketahui nanti,” tururnya.

Dari operasi yang dilakukan oleh Tim gabungan tersebut ternyata mendapatkan perlawanan dari salah satu WNA asal Korea Selatan, Lee Ming Hwa yang berprofesi sebagai mahasiswa aktif di Universitas Indonesia Fakultas Ilmu dan Budaya yang bersikukuh dokumennya resmi dan lengkap. Namun, dikarenakan dirinya tidak bisa menunjukkan identitasnya, Lee tetap digiring petugas ke kantor.

Dudi berharap, dengan diadakannya operasi ini, bisa menumbuhkan kerjasama antara petugas dengan masyarakat khususnya para pemilik rumah sewa dan apartemen untuk mengawasi WNA yang ada di wilayah kota Depok.(Izl)

[MuhammadKhotib/HD]

Tags: