SMS Menjadi Salah Satu Penyebab Tingginya Kasus Perceraian di Kota Depok

SMS Menjadi Salah Satu Penyebab Tingginya Kasus Perceraian di Kota Depok

HarianDepok.com – Berita , Kota Depok, Kota yang berbatasan langsung dengan Daerah Khusus Ibukota Jakarta ini, menjadi salah satu kota yang tercatat mempunyai angka perceraian yang tinggi. Pada Januari hingga Agustus 2015, telah tercatat sebanyak 1.955 kasus perceraian yang telah masuk dan diputuskan oleh Pengadilan Agama Kota Depok.

Tingginya akan kasus perceraian di kota Depok, menjadi salah satu pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Depok untuk dapat menjadikan kotanya sebagai kota yang layak anak.

Sekretaris Pengadilan Agama Kota Depok, Entoh Abdul Fatah dalam menanggapi tingginya kasus perceraian di wilayah kota Depok saat ini mengatakan, bahwa setiap tahunnya, angka kasus perceraian di kota Depok terus mengalami peningkatan. “Tahun ini ada peningkatan kasus perceraian sebanyak 200 kasus,” terangnya di Depok, Rabu (26/08/2015).

Menurut keterangannya, kasus perceraian yang saat ini terjadi lebih banyak disebabkan oleh adanya empat fakror, dimana pada empat faktor tersebut diisi oleh pemberian nafkah yang dianggap kurang layak, kekerasan dalam berumah tangga, adanya pihak ketiga dalam satu hubungan dan adanya perbedaan pendapat diantara kedua belah pihak.

Dari keterangannya, Entoh mengungkapkan, saat ini kasus perceraian yang terjadi rata rata dialami oleh pasangan yang berusia 20 hingga 40 tahun. “Sebanyak 75 persen kasus perceraian yang terjadi di kota Depok sudah di dalam usia matang dalam menjalani kehdupan berumah tangga,” katanya.

Dari banyaknya kasus perceraian yang diterima olehnya, gugatan paling banyak dilakukan oleh pihak perempuan dengan pengajuan perceraian lebih disebabkan kepada adanya ketidakpuasan terhadap suami dalam menafkahi serta adanya pihak ketiga di dalam hubungan mereka.

Menurut Entoh, saat ini teknologi menjadi salah satu pemicu adanya kasus perceraian di dalam rumah tangga. Pernah dilaporkan akan adanya kasus perceraian yang dikarenakan adanya satu pesan singkat di sebuah ponsel dari seseorang. “Karena cemburu melihat pasangannya mendapatkan SMS dari pihak ketiga, bisa menjadi keretakan di dalam rumah tangga sehingga bisa menyebabkan terjadinya perceraian,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Bina Masyarakat Kementerian Agama Kota Depok, Supriyanto mengatakan, bahwa saat ini angka perceraian di wilayah kota Depok mencapai hingga 25 persen dari total angka pernikahan yang mencapai hingga 11 ribu pasang tiap tahunnya.

Untuk menekan tingginya kasus perceraian yang saat ini terjadi di kota Depok, Badan Penasihat Perkawinan dan Penyelesaian Perceraian (BP4) dikerahkan guna membantu mereka yang sedang berselisih sehingga bisa membatalkan gugatan cerainya. Diketahui bahwa BP4 yang ada di kota Depok terus beroperasi di setiap KUA di tingkat Kecamatan dan kota.

Dengan adanya BP4, diharapkan bisa menekan tingginya angka perceraian yang terjadi di wilayah kota Depok.(Izl)

[EniGayoe/HD]

Tags:
author

Author: 

Penulis Konten - Author Di Harian Depok