Seorang Ibu Bawa Bayi Diusir dan Dimaki Oleh Perokok di J.Co

Seorang Ibu Bawa Bayi Diusir dan Dimaki Oleh Perokok di J.Co

HarianDepok.com – Berita – DKI Jakarta , Diketahui Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah membuat aturan mengenai kawasan dilarang merokok. Aturan yang tertuang dalam Pergub 88 tahun 2010 itu untuk menentukan di kawasan mana yang harus bebas asap rokok dan di lokasi yang wajib menyediakan tempat khusus merokok. Tapi nyatanya, masih banyak orang yang belum mengindahkan aturan tersebut. Akibatnya, banyak perokok pasif yang menjadi korban karena harus menghirup asap para perokok.

Seperti cerita Elysabeth Ongkojoyo, saat dia bersama anaknya berada di kafe J.Co. ia mendapat perlakuan tidak enak karena ulah seorang perokok. Saat itu Elysabeth bersama bayinya yang berumur 1,5 tahun tengah menunggu sang anak yang tengah bersekolah. Mereka memilih J.Co Donuts Pluit Village Mall, Pluit Jakarta Utara, karena lokasinya cukup nyaman mengingat dirinya membawa seorang bayi dan dekat dengan sekolah sang anak.

“Ketika itu saya dan bayi saya, duduk dekat dengan colokan listrik untuk mengisi baterai hp saya karena mobil saya berada di bengkel dan saya harus menelepon ke sana apabila mobil saya selesai. Mobil itu akan saya pakai untuk menjemput anak saya yang sekolah TK,” ceritanya.

“Sekitar 1 jam duduk di sana sambil menunggu, mendadak manajemen J.Co datang dan mengatakan bahwa ada orang mau merokok duduk di dekat saya, dan saya menolak untuk pindah karena saya bawa bayi dan ruangan yang nyaman untuk bersama bayi saya (yang tidur di stroller dan banyak barang dibawa perlengkapan bayi) adalah di tempat itu. Saya pun bingung setahu saya di Jakarta dilarang merokok di dalam pusat belanja/ruang publik. Lalu manajemen bilang ventilasi udara bagus jadi saya boleh tetap duduk di sana,” sambungnya.

Beberapa menit setelah dia duduk di sana, seseorang datang padanya dan meminta dia pindah. Dia tidak tahu apakah pria tersebut yang dimaksud si petugas sebelumnya yang akan merokok. “Kemudian oknum sebut saja A datang, lalu mulai mengajak saya bicara dan ‘mengusir’ saya secara halus dari tempat saya duduk. Ketika saya menolak, A mulai memaki saya dengan kata kasar seperti ‘goblok’ dan ‘bego’ karena saya tidak mau pindah. Saya pun marah karena tidak seharusnya perlakuan seperti itu.” tambahnya.

Melihat peristiwa tersebut, manajemen J.Co datang dan mencoba melerai. Tapi pria tersebut tetap memakinya.  “Kemudian saya mengambil gambar ybs, berikut dengan tempat dan larangan merokok yang tertera di pintu mal,” jelas dia. Tidak terima mendapatkan perlakuan demikian, ia kemudian membuat petisi di change.org dengan memberikan judul ‘Saya dan Bayi saya terusir oleh Oknum yang mau merokok di dalam Mal’. Petisi ini ia tujukan untuk Lippo Pluit Mall, J.Co Indonesia dan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

“Saya menanyakan pada manajemen J.Co apakah peraturan gubernur sudah berubah? Apakah di kawasan mal boleh merokok? Menurut manajemen di dalam mal masih belum boleh merokok. Lalu kenapa A sudah duduk di sana, mengusir saya, dan sudah mengeluarkan rokok dengan asbak yang diberikan J.Co? Saya kemudian merasa tidak terima dan beranjak keluar dari sana, dengan marah dan merasa sakit hati, A masih duduk di sana acuh saja, sudah bersiap merokok. Manajemen J.Co Pluit Village meminta maaf kepada saya, tetapi saya merasa ini tidak adil. Hak saya adalah berada di dalam, saya bayar minuman dan saya duduk dengan bayi saya, bayi saya sedang tidur. Seperti yang kita tahu asap rokok, meskipun kita sudah pindah 2-3 meter menjauhinya, memang asapnya kelihatan menghilang tetapi zat yang dikandungnya tetap berada di udara. Jadi memang tidak seharusnya merokok di dalam ruang publik tertutup seperti itu,” pungkasnya.

[ TaufikHidayat/HD ]

Tags:
author

Author: 

Writer and Author In HarianDepok