Korea Selatan dan Utara Sepakat Berdamai

Korea Selatan dan Utara Sepakat Berdamai

HarianDepok.com – Berita – Internasional , Korea Selatan dan Korea Utara akhirnya sepakat meredakan ketegangan setelah melakukan pertukaran tembakan artileri di daerah perbatasan. Kesepakatan ini dicapai setelah dua hari melakukan perundingan. Pada hari Selasa (25/08/2015) pagi, Korea Utara menyatakan penyesalan sudah melukai tentara Korea Selatan dalam insiden ranjau darat. Sementara Seoul sepakat untuk menghentikan siaran propaganda anti-Pyongyang. Korea Utara juga sepakat untuk mengakhiri genjatan senjata.

Kedua belah pihak akan merundingkan kembali tindak lanjut atas kesepakatan tersebut. Pembicaraan maraton untuk perdamaian dilaksanakan di desa yang menjadi lokasi gencatan senjata, Panmunjom di Zona Demiliterisasi (DMZ) yang memisahkan kedua negara tersebut. Diketahui perundingan dilakukan mulai hari Sabtu (22/08/2015). Berdasarkan hasil kesepakatan tersebut, kedua belah pihak juga sepakat untuk mengatur reuni untuk keluarga yang terpisah oleh Perang Korea selama liburan musim gugur mendatang dan di masa depan.

Menurut sejarah, Seoul dan Pyongyang sudah berperang sejak 1950-1953. Perseteruan keduanya pun berakhir dengan gencatan senjata, bukan perjanjian perdamaian. Pada tahun 2010 hubungan antar-Korea beku kembali. Sejak itulah, sebuah kapal perang Korea Selatan tenggelam dan menewaskan sebanyak 46 pelaut. Seoul pun melimpahkan kesalahan pada Korea Utara. Tapi, Pyongyang menyangkal bertanggung jawab atas insiden tersebut.

Eskalasi terbaru ketegangan keduanya mulai terjadi sejak awal bulan ini, saat ledakan ranjau darat di DMZ melukai 2 tentara Korea Selatan. Kemudian, peledakkan propaganda anti-Pyongyang dari pengeras suara di sepanjang perbatasan. Kebuntuan pun mencapai titik krisis pada Kamis lalu saat Korea Utara menembakkan 4 peluru ke Korea Selatan.

Hal tersebut diungkapkan pihak pemerintah Korea Selatan. Lalu Soeul pun menanggapinya dengan rentetan tembakan artileri. Kemudian Pyongyang memberi ultimatum pada Seoul untuk menghentikan siaran pada Sabtu sore atau mereka akan membuat aksi militer. Namun pada hari tersebut kedua belah pihak sepakat untuk mengadakan pembicaraan.

[ MuhammadKhotib/HD ]

Tags: