Setelah Adanya Dugaan Kasus Korupsi Seragam Sekolah, Kini Depok Diwarnai Lagi Dengan Dugaan Kasus Korupsi Pengadaan Lahan

Setelah Adanya Dugaan Kasus Korupsi Seragam Sekolah, Kini Depok Diwarnai Lagi Dengan Dugaan Kasus Korupsi Pengadaan Lahan

HarianDepok.com – Berita , Maraknya kasus korupsi yang menimpa beberapa instansinya saat ini menjadi perbincangan hangat oleh beberapa elemen pemerhati perkembangan kota Depok. Seperti yang diketahui bahwa beberapa waktu lalu, dugaan kasus korupsi pengadaan seragam sekolah dan sepatu yang melibatkan Dinas Pendidikan Kota Depok sempat menjadi topik utama di beberapa media.

Saat ini, dugaan kasus korupsi yang menimpa di tubuh Pemerintah Kota Depok, kembali lagi terjadi. Dinas Bina Marga Sumber Daya Air (Bimasda) salah satu Organisasi Perangkat Daerah Kota Depok ini, telah diklaim oleh pihak Kejari Kota Depok atas dugaan kasus korupsi pengadaan lahan yang dilakukan oleh beberapa pejabatnya.

Hingga kini, pihak Kejari kota Depok masih menunggu laporan dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Jawa Barat untuk menetapkan beberapa tersangka. Hal ini dikatakannya langsung kepada media oleh Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari, Kota Depok, Andarias Dorney, Jum’at (21/08/2015).

“Pihak kami sudah mengantongi dua bukti yang telah kami persiapkan untuk dijadikan dasar penetapan tersangka di kasus pengadaan lahan yang dilakukan oleh Dinas Bimasda Depok. Meski kami sudah bisa melakukan penangkapan kepada beberapa tersangka, namun kami masih menunggu laporan penghitungan nominal dari pihak BPKP Jawa Barat sebagai acuan penangkapan para tersangka,” ujarnya.

Laporan yang nantinya akan dikeluarkan oleh pihak BPKP akan menjadi bukti tambahan petugas dalam menetapkan dan menangkap para tersangka kasus pegadaan lahan tersebut. Menurut keterangannya, sudah ada dua pejabat Dinas Bimasda Kota Depok yang telah menjadi target pelaku dugaan korupsi.

“Ada beberapa pejabat di tubuh Dinas Bimasda yang telah kami jadikan target sebagai tersangka. Sementara ini baru ada dua nama pejabat yang diduga menjadi pelaku tindak pidana korupsi. Sampai saat ini kami masih belum bisa mengatakan siapa orangnya, tunggu saja,” tuturnya.

Dalam menangani kasus tersebut, Andrias mengaku sangat ingin segera menyelesaikan kasus dugaan korupsi di tubuh Dinas Bimasda Depok. Oleh sebab itu pihaknya sudah mendesak piham BPKP Provinsi Jawa Barat untuk secepatnya menyelesaikan laporan peghitungan kerugian terkait kasus pengadaan lahan tersebut.

“Semua data dan dokumen penunjang lainnya sudah kami serahkan seluruhnya kepada pihak BPKP Jawa Barat sejak tiga bulan yang lalu untuk diverifikasi kembali kevalidan datanya. Namun sampai saat ini laporan tersebut masih belum selesai dikerjakan. Karena laporan tersebut akan kami jadikan sebagai bukti ttambahan oleh sebab itu kami masih tetap menunggu laporan itu,” terangnya.

Terkait dengan penanganan dugaan kasus korupsi tersebut, Andarias mengeluhkan lamanya proses penghitungan yang dilakukan oleh pihak BPKP Jawa Barat, yang menjadikan proses penanganan kasus tersebut menjadi semakin lama. Oleh sebab itu pihaknya sangat mengharapkan adanya penyelesaian laporan dari BPKP secepat mungkin agar permasalahan dugaan kasus korupsi pengadaan lahan seluas 4000 meter persegi di Kampung Serab, Sukmajaya, Depok, Jawa Barat bisa cepat ditangani.(Izl)

[AndriIdaman/HD]

Tags:
author

Author: 

"Sesempurna apa pun kopi yang kamu buat, kopi tetap kopi, punya sisi pahit yang tak mungkin kamu sembunyikan.” (Internet Marketers & Publisher)