MBR Buru Rumah Murah Subsidi di Depok & Bogor

MBR Buru Rumah Murah Subsidi di Depok & Bogor

ilustrasi

HarianDepok.com – Properti , Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) berkeinginan untuk mendapat kemudahan dalam akses, biaya, dan fasilitas mempunyai rumah. Saat ini masyarakat kebanyakan mencari ke wilayah pinggiran Jakarta seperti Citayam, Bojonggede, dan Cilebut supaya memperoleh harga yang miring. Salah satunya 19 proyek perumahan murah yang berlokasi di kawasan Citayam, Bojonggede, Cilebut langsung diserbu konsumen. Enam lokasi diantaranya sudah ludes terjual.

“Rumah bersubsidi kami tawarkan Rp700 ribu untuk angsuran tiap bulan flat bisa 20 tahun KPR. Kisaran harga Rp120 jutaan. Kemudian untuk komersial kami tawarkan DP nol persen, booking fee lima juta, angsuran sekitar Rp2 jutaan. Untuk yang di Citayam saat ini sudah habis terjual,” ujar Andreas, Marketing Manager PT Elang Group, Jumat (21/08/2015). Ia menambahkan, tentunya ada perbedaan dari segi bahan bangunan untuk rumah bersubsidi dan rumah komersial.

Walau sudah memakai atap baja ringan untuk kedua jenis rumah tersebut, namun untuk rumah bersubsidi dinding terbuat dari batako, dan rumah komersial dari bata merah. “Kami ambil daerah dekat Depok dan Bogor, aksesnya stasiun kereta itu laku keras. Stasiun Citayam, Bojong Gede, dan Cilebut. Lalu dekat dengan akses tol Sentul selatan BORR,” terangnya.

Menurut dia, pembangunan proyek tersebut memang targetnya untuk MBR. “Orang Jakarta sudah sulit cari rumah dan lahan. Yang kami tawarkan adalah subsidi developer karena konsumen rata – rata kan berat di awal, DP harus 30 persen biasanya. Kita besar dari subsidi, ingin bantu masyarakat,” tutur Andreas. Ia pun memberikan tips bagi konsumen yang berniat membeli rumah dan mengambil KPR.

Salah satunya adalah dengan mengecek rekam jejak pengembang untuk mempunyai jaminan dalam masalah legalitas dan perizinan. “Perizinan sudah oke biasanya Bank pasti ACC, lihat developernya jelas enggak karena berhubungan dengan perizinan. Cek BPN silahkan. Dengan menyasar MBR seperti ini, perekonomian Indonesia sedang turun pun tidak berpengaruh pada kami, justru property akan semakin laris,” jelasnya.

[ MuhammadKhotib/HD ]

Tags: